Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Haul ke-50 Bung Karno, Hipmi Dorong Pengusaha Peduli Sejarah

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 16:38 WIB

Haul ke-50 Bung Karno, Hipmi Dorong Pengusaha Peduli Sejarah

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Memperingati Haul ke-50 Bung Karno sebagai Bapak Proklamator RI, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Mardani H Maming (MHM) bakal mendorong para entrepreneur untuk peduli terhadap sejarah.

Mereka berharap khususnya para pengusaha muda atau generasi milenial di Indonesia saat ini menjadi pengusaha yang peduli dengan sejarah.

Hal itu menurut MHM, agar pemuda Indonesia selalu akurat dalam hal sejarah.

“Hari ini tepat 50 tahun Bung Karno wafat. Untuk memperingati dan menghormati kepergian beliau, ayo kita warisi api perjuangannya,” ujar MHM dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/6).

MHM mendorong khususnya pengusaha muda harus peduli dengan sejarah karena jika tidak, maka sejarah Indonesia bisa tenggelam. Dia memahami, saat ini banyak anak-anak muda yang tidak peduli dengan sejarah, namun hal tersebut menurutnya disebabkan ketidakpahaman mereka terkait hal itu.

“Mereka tidak peduli karena mereka tidak paham, makanya mereka tidak sayang terhadap sejarah,” ucapnya.

Mantan bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu yakin jika sejarah tersebut diceritakan kepada para generasi muda bangsa, pasti mereka memiliki rasa ingin tahu yang lebih dalam termasuk kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Menurutnya, budaya Indonesia harus ditulis agar memberikan kebanggaan pada generasi milenial serta generasi sesudahnya.

“Sebab, mereka harus mempunyai rasa memiliki atas bangsa sendiri. Selain itu, kejadian-kejadian di masa lalu tidak perlu ditutup-tutupi melainkan diceritakan dan solusi yang ada dijelaskan sehingga menciptakan kebaikan,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, MHM menambahkan maka pengetahuan tentang proklamator di Indonesia harus diketahui untuk kepentingan bangsa sendiri.

“Kita harus memberi semangat pada anak-anak sejak dini untuk mempelajari sejarah, mencintai bangsa dan negaranya sendiri. Baru setelah itu kita bisa menyumbang ke seluruh dunia,” pungkasnya.(*)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penyebar Hoaks ‘Iblis’, Mahfud MD: Lawan, Jangan Takut!
apahabar.com

Nasional

Waspadai Potensi Angin Kencang di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Bos Gojek Nadiem Makarim Merapat ke Istana, Jadi Menteri Apa?
apahabar.com

Nasional

Sudah 1.954 Pasien Covid-19 Sembuh, Paling Banyak di Jakarta
apahabar.com

Nasional

HPN 2020, Ilham Bintang: Deklarasi JMSI Penting dan Perlu Diapresiasi
apahabar.com

Nasional

Jelang Ramadan, Bawang Putih Impor Siap Banjiri Pasar
apahabar.com

Nasional

Jokowi Perintahkan Penghentian Tambang Emas Ilegal di Lebak
apahabar.com

Nasional

Ini Daftar Gubernur, Wali Kota dan Bupati Tolak Omnibus Law
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com