Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Hindari Kejenuhan OTG, Batola Minta Efektivitas Pemeriksaan Swab

- Apahabar.com     Selasa, 9 Juni 2020 - 19:36 WITA

Hindari Kejenuhan OTG, Batola Minta Efektivitas Pemeriksaan Swab

Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, ketika membuka Posko Mahelat Lebo Kampung Tangguh Covid-19 di Kecamatan Barambai. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Cukup banyak menampung Orang Tanpa Gejala (OTG), Barito Kuala (Batola) minta efektivitas pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau biasa disebut swab.

Tercatat 249 OTG yang terdata di Bumi Selidah, sesuai update terakhir dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Batola, Selasa (9/6).

Kesemua OTG sebagian besar merupakan orang yang dinyatakan reaktif pasca pelaksanaan rapid test masal.

Status OTG tersebut tidak dapat dipastikan positif Covid-19, sebelum hasil swab selesai diperiksa Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Banjarbaru.

Ironisnya sekarang perampungan hasil swab bisa memakan waktu lebih dari seminggu, setelah BBTKLPP juga harus melayani spesimen dari Kalimantan Tengah.

Artinya ketika spesimen yang diperiksa semakin banyak, kapasitas pemeriksaan justru tak bertambah.

Solusi akhirnya diperoleh melalui bantuan dua alat PCR, seiring kedatangan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Menko PMK, Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo ke Kalimantan Selatan, Minggu (7/6) tadi.

Pemanfaatan tambahan peralatan tersebut benar-benar ditunggu Batola, lantaran berhubungan langsung dengan tindakan penanganan selanjutnya.

“Dengan tambahan peralatan baru, kami berharap hasil pemeriksaan swab dari Batola segera keluar,” cetus Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, awal pekan tadi.

“Memang keterlambatan hasil swab merupakan salah satu masalah. Akibatnya terjadi riak-riak kecil, karena orang terlalu lama dikarantina. Bagaimanapun orang sehat dikarantina, lama-kelamaan pasti berontak,” imbuhnya.

Seandainya peralatan tambahan belum juga efektif, Batola berkemungkinan besar menambah lokasi karantina OTG dan ODP.

“Selama hasil swab belum keluar, kami tak bisa melakukan apapun. Mereka yang dikarantina terpaksa harus menunggu. Kalau dikeluarkan pun, dikhawatirkan di antaranya positif,” beber Noormiliyani.

Sampai sekarang sudah tiga tempat karantina yang disediakan. SKB Batola diperuntukkan pasien positif, sedangkan Mess KTM Marabahan dan Kantor Kecamatan Alalak dijadikan karantina OTG/ODP.

“Pun kalau antrean pemeriksaan swab semakin panjang, dikhawatirkan semua daerah harus terus menambah tempat karantina,” timpal H Rahmadian Noor, Wakil Bupati Batola.

“Disisi lain kami juga harus terus melakukan tracking agar dapat menekan potensi penyebaran dari orang yang terpapar,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Harganas 2019; Acil Odah: Gaungkan Stunting Lebih Keras
apahabar.com

Kalsel

Kurang Sosialisasi, Asuransi Pertanian Tak Sesuai Target
Mudik

Kalsel

Suasana Terkini Penyekatan Arus Mudik di Simpang 4 Karang Anyar Banjarbaru
Telkomsel

Kalsel

Banjir Terjang Kalsel, Telkomsel Galang Donasi hingga Operasikan MBP
apahabar.com

Kalsel

Jemaah Haji Banjarmasin dan Balikpapan Rayakan 17 Agustus di Mekah
apahabar.com

Kalsel

Ada Promo, Buruan ke Borneo Mini Waterpark Banjarmasin
Nekat

Kalsel

Nekat Level Dewa! Pria Ini Antar Sabu ke Polres Tanbu

Kalsel

6 Bulan 19 Hari Menjabat Polda Kalsel, Nico Afinta Pamit di Apel Polda Kalsel Terakhir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com