Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

IHSG Berpotensi Naik di Tengah Kekhawatiran Gelombang II Covid-19

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 10:55 WIB

IHSG Berpotensi Naik di Tengah Kekhawatiran Gelombang II Covid-19

Ilustrasi-Sejumlah pengunjung duduk berlatar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Antara/Sigid Kurniawan/aa

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini masih berpotensi naik di tengah kekhawatiran gelombang kedua pandemi Covid-19.

IHSG dibuka menguat 11,19 poin atau 0,23 persen ke posisi 4.953,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,01 poin atau 0,13 persen menjadi 768,45.

“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat walau terbatas,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan di Jakarta, Senin (22/6).

Indeks Dow Jones akhirnya ditutup turun 0,8 persen pada Jumat (19/6) lalu setelah sempat menguat di atas 1,4 persen di awal perdagangan. Sementara S&P 500 turun 0,5 persen dan Nasdaq bergerak flat.

Penurunan dipicu oleh berita mengenai rencana Apple untuk menutup kembali 11 toko di North Carolina dan Arizona karena kembali meningkatnya kasus positif COVID-19 yang mencapai angka harian tertinggi di semua lokasi tersebut, disamping California dan Texas.

Hal tersebut menyebabkan peluang pemulihan ekonomi AS di semester dua tahun ini menjadi lebih pesimis.

Sementara itu IHSG ditutup naik 0,35 persen ke level 4.942,3 pada penutupan akhir pekan lalu. Namun investor asing mencatatkan jual bersih yang cukup tinggi pada pasar reguler yaitu sebesar Rp661 miliar.

Selama minggu lalu, IHSG menguat 1,2 persen, namun mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp2,8 triliun.

Pada pasar minyak, WTI naik 2,3 persen menjadi 39,75 per dolar AS per barel, sedangkan Brent menguat 1,6 persen ke 40,98 dolar AS per barel seiring dengan pertemuan komite pengawasan OPEC.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 28,4 poin atau 0,13 persen ke 22.450,39, indeks Hang Seng turun 173,72 poin atau 0,7 persen menjadi 24.470,17, dan indeks Straits Times menguat 4,93 poin atau 0,19 persen ke 2.639,76.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, TCASH Berubah Menjadi LinkAja
apahabar.com

Ekbis

83 Ribu IKM Kalsel Didorong Ikut Program #BanggaBuatanIndonesia
apahabar.com

Ekbis

Khawatir Inflasi, Bupati HST: Lakukan Inventarisasi Supplier
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Diskon Tiket Tidak Akan Tambah Penyebaran Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

33 Persen Arus Mudik Natal Arah Cikampek Lewati Tol Layang Japek
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah, Pasar Masih Berharap Ekonomi Bisa Pulih
apahabar.com

Ekbis

Harga Gas Turun, Pupuk Indonesia Apresiasi Kementerian ESDM
apahabar.com

Ekbis

Nataru, Telkomsel Prediksi Trafik Internet di Kalimantan Naik 45%
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com