7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia

- Apahabar.com Selasa, 30 Juni 2020 - 11:40 WIB

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia

Ilustrasi-Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat seiring penguatan bursa saham eksternal.

IHSG Selasa (30/6) pagi dibuka dibuka menguat 22,35 poin atau 0,46 persen ke posisi 4.924,16. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 5,17 poin atau 0,68 persen menjadi 764,78.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah, mengatakan IHSG menguat pada perdagangan hari ini dengan dukungan beberapa faktor salah satunya kenaikan indeks Wall Street yang memicu pasar regional Asia ke area positif.

“Data ekonomi AS menunjukkan data yang kuat yang membangkitkan optimisme pasar,” katanya di Jakarta, Selasa.

Data AS pada Senin (29/6) tercatat kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki atau rumah bekas rebound pada rekor paling tinggi pada Mei, menunjukkan pasar perumahan mulai berbalik. Akhir minggu ini investor akan fokus pada data ketenagakerjaan dan kepercayaan konsumen.

Kendati demikian, Alfiansyah mengatakan terdapat kendala pasar dari dalam negeri yakni berupa pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat menyentuh 38 persen pada tahun 2023.

“Selama ini rasio utang terhadap PDB Indonesia dipertahankan di bawah 30 persen. Namun, akibat wabah Corona, dengan terpaksa rasio utang harus dinaikkan dalam beberapa waktu ke depan. Begitu juga defisit terhadap PDB yang biasanya dipertahankan di bawah 3 persen diperkirakan naik menjadi hingga 6,3 persen pada tahun ini,” paparnya.

Ia mengharapkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 30 triliun sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada empat bank BUMN dapat disalurkan kepada debitur yang merupakan pangsa pasar masing-masing bank sehingga dapat menggerakkan perekonomian di sektor riil.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 381,69 poin atau 1,74 persen ke 22.376,73, Indeks Hang Seng naik 170,48 poin atau 0,70 persen menjadi 24.471,76, dan Indeks Straits Times menguat 19,74 poin (0,77 persen) menjadi 2.593,84.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

BPH Migas Berkolaborasi dengan Pemda Bangun Pipa Trans Kalimantan
PGN Siap Pasok Gas ke 52 Pembangkit PLN

Ekbis

PGN Siap Pasok Gas ke 52 Pembangkit PLN
apahabar.com

Ekbis

Trik Pelaku UMKM Kalsel Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Dampak Pendemi, 60 Persen Perusahaan Travel Haji Umrah Diproyeksikan Bangkrut
apahabar.com

Ekbis

Kabar Gembira, PLN Diskon Tambah Daya via Gebyar Kemerdekaan 2020
apahabar.com

Ekbis

WhatsApp di Android Sudah Bisa Chat Sambil Nonton Video
apahabar.com

Ekbis

Omnibus Law, Jubir Jokowi Pede Kerek Ekonomi ke 6%
apahabar.com

Ekbis

Anggota Komisi X DPR RI Dorong Pemerintah Selamatkan Pariwisata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com