Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Ekbis

Selasa, 30 Juni 2020 - 11:40 WIB

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi-Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6). Foto-Antara

Ilustrasi-Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat seiring penguatan bursa saham eksternal.

IHSG Selasa (30/6) pagi dibuka dibuka menguat 22,35 poin atau 0,46 persen ke posisi 4.924,16. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 5,17 poin atau 0,68 persen menjadi 764,78.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah, mengatakan IHSG menguat pada perdagangan hari ini dengan dukungan beberapa faktor salah satunya kenaikan indeks Wall Street yang memicu pasar regional Asia ke area positif.

“Data ekonomi AS menunjukkan data yang kuat yang membangkitkan optimisme pasar,” katanya di Jakarta, Selasa.

Data AS pada Senin (29/6) tercatat kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki atau rumah bekas rebound pada rekor paling tinggi pada Mei, menunjukkan pasar perumahan mulai berbalik. Akhir minggu ini investor akan fokus pada data ketenagakerjaan dan kepercayaan konsumen.

Baca juga :  Aidi Pelihara Koi, Eh Jadi Hoki

Kendati demikian, Alfiansyah mengatakan terdapat kendala pasar dari dalam negeri yakni berupa pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat menyentuh 38 persen pada tahun 2023.

“Selama ini rasio utang terhadap PDB Indonesia dipertahankan di bawah 30 persen. Namun, akibat wabah Corona, dengan terpaksa rasio utang harus dinaikkan dalam beberapa waktu ke depan. Begitu juga defisit terhadap PDB yang biasanya dipertahankan di bawah 3 persen diperkirakan naik menjadi hingga 6,3 persen pada tahun ini,” paparnya.

Baca juga :  Aidi Pelihara Koi, Eh Jadi Hoki

Ia mengharapkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 30 triliun sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada empat bank BUMN dapat disalurkan kepada debitur yang merupakan pangsa pasar masing-masing bank sehingga dapat menggerakkan perekonomian di sektor riil.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 381,69 poin atau 1,74 persen ke 22.376,73, Indeks Hang Seng naik 170,48 poin atau 0,70 persen menjadi 24.471,76, dan Indeks Straits Times menguat 19,74 poin (0,77 persen) menjadi 2.593,84.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini

Ekbis

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini
apahabar.com

Ekbis

Usai Pengumuman Kabinet, Rupiah Menguat 9 Poin
apahabar.com

Ekbis

Tol Layang Japek II Dapat Percepat Waktu Tempuh
apahabar.com

Ekbis

Pertumbuhan Inklusi di Indonesia Bagian Timur Dinilai Lambat
Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot

Ekbis

Imbas Kasus Jiwasraya, Kinerja OJK Disorot
apahabar.com

Ekbis

Ini Estimasi Biaya Perbaikan Mobil yang Terendam Banjir
apahabar.com

Ekbis

Peduli Inflasi di Kalsel, Bank Indonesia Inisiasi Komunitas Move On Generation
Lahan Sempit, Begini Cara Rumah Tetap Nyaman Ditinggali

Ekbis

Lahan Sempit, Begini Cara Rumah Tetap Nyaman Ditinggali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com