BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Jadi Akses Vital, PUPR Banjar Usulkan Pelebaran Jembatan Penghubung Martapura-Banjarmasin

- Apahabar.com Jumat, 26 Juni 2020 - 15:31 WIB

Jadi Akses Vital, PUPR Banjar Usulkan Pelebaran Jembatan Penghubung Martapura-Banjarmasin

Sempitnya Jembatan irigasi di Jl. Kertak Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar sudah diusulkan untuk dilebarkan. Foto-apahabar.com/hendra

apahabar,com, MARTAPURA – Jembatan di Jl. Kertak Baru, tepatnya di perbatasan Desa Keramat Baru dan Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar bakal dilakukan pelebaran.

Rencana ini sudah diusulkan oleh Pemkab Banjar melalui Dinas PUPR Banjar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, pada 24 Juni kemarin.

Meskipun jalan di sana sudah lebar 6 meter, namun jembatan itu cukup menyulitkan pengendara. Sebab, dengan lebar kurang dari 3 meter membuat pengendara mobil tidak bisa saling berselisihan.

Jl. Kertak Baru itu tersambung dengan Jl. Martapura Lama; yang menjadi akses alternatif yang menghubungkan antara Martapura dan Banjarmasin.

Keberadaan jalan itu menjadi sangat vital kala ada hajatan akbar, seperti Haul Abah Guru Sekumpul.

Betapa tidak, Jl. Martapura Lama juga dapat menghubungkan jemaah dari Kabupaten Batola hingga Provinsi Kalteng menuju Martapura.

Dengan kondisi jembatan yang sempit, petugas arus lalulintas mesti memutar otak untuk mengurangi kemacetan.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan, mengatakan jembatan dan termasuk jalan tersebut merupakan aset milik Pemprov Kalsel, sehingga pihaknya tidak dapat serta merta melakukan pelebaran jembatan.

“Makanya untuk usulan tersebut kita mengirim surat kepada Gubernur Kalimantan Selatan,” ujar Solhan kepada apahabar.com, Jumat (26/6).

Surat tersebut ditandatangani Bupati Banjar, H Khalilurrahman yang mana tembusannya kepada Dinas PUPR Provinsi Kalsel, DPRD Kalsel, dan DPRD Banjar.

Solhan melanjutkan, rencana pelebaran jembatan itu juga sudah dimasukkan dalam Musrenbang Provinsi Kalsel.

“Dalam usulan tersebut berupa pelebaran jembatan menjadi 6 meter. Sehingga nantinya harus ada pembebasan lahan milik warga,” katanya.

Untuk pembebasan tanah tersebut, Solhan mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemilik, yaitu Guru Hadi.

“Kemarin pembicaraannya sudah clear, mau aja beliau (membebaskan),” tutur Solhan.

Disinggung kapan bakal dilakukan pelebaran, Solhan belum berani memastikan, apalagi kondisi yang masih terdampak Covid-19.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan Diingatkan Protokol Covid-19
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pemkab Banjar Terima Sertifikasi Hak Pakai Barang Milik Negara
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Guru Khalil Minta Ulama Satu Persepsi Tanggapi Covid-19
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Sekda Banjar Serahkan Buku Saku Covid-19 Versi Bahasa Banjar
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pemkab Banjar Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Virtual
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Bantu Warga Atasi Covid-19, Desa Sungai Tuan Ilir Bangun Posko Khusus
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Dispersip Banjar Boyong 4 Piala Lomba Bercerita Tingkat Provinsi
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Dana BST Rp 600 Ribu Kembali Disalurkan di Martapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com