Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Kalteng

Selasa, 30 Juni 2020 - 13:51 WIB

Jalan ‘Bubur’ di Lampeong, Perekonomian Warga Mati Suri

Reporter: AHC17 - Apahabar.com

Jalan ke Benangin Gunung Purei dan Lampeong Teweh Timur termasuk jalan provinsi, karenanya diharapkan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah melalui dinas terkait PUPR untuk bisa lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat. Foto-Istimewa

Jalan ke Benangin Gunung Purei dan Lampeong Teweh Timur termasuk jalan provinsi, karenanya diharapkan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah melalui dinas terkait PUPR untuk bisa lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat. Foto-Istimewa

apahabar.com, MUARATEWEH – Sudah beberapa bulan belakangan warga Kecamatan Gunung Purei dan Teweh Timur mengeluhkan kondisi jalan rusak.

Puncaknya, dalam sepekan terakhir jalan tersebut sudah hampir tidak bisa dilewati lagi. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pantauan apahabar.com, saat ini ada sembilan titik terparah. Hampir tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan empat kala hujan mengguyur.

Praktis, hal itu membuat perekonomian lumpuh. Warga desa juga berpotensi terisolir karena jalan yang merupakan transportasi satu satunya lewat darat ini terputus.

Saat ini saja, kata Kepala Desa Lampeong II Kecamatan Teweh Timur Sutnadi, warganya tidak bisa memasarkan hasil pertanian atau perkebunan mereka karena kondisi jalan yang rusak.

Baca juga :  9 Juli, Jokowi Dijadwalkan Tinjau Lokasi Food Estate di Kalteng

“Jalan ke Benangin Gunung Purei dan Lampeong Teweh Timur termasuk jalan provinsi, karenanya diharapkan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah melalui dinas terkait PUPR untuk bisa lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat di sini,” kata Sutnadi kepada apahabar.com, Selasa (30/6).

Sebagai contoh, sejak Mei lalu mobil bus milik pemerintah daerah yang biasa mengantar warga hendak bepergian ke Muara Teweh atau kabupaten sudah tidak bisa lagi beroperasi.

“Hasil kebun dan pertanian, kalau sebelumnya bisa dipasarkan ke luar daerah atau ke dalam kota Muara Teweh, kini sudah tidak bisa lagi,” jelasnya.

Baca juga :  Catat, Ini Permintaan Pemkot ke Perguruan Tinggi Palangka Raya

Demikian juga hasil hutan seperti rotan. Sekarang sudah tidak ada lagi pembeli yang mau datang akibat biaya operasional yang besar juga risiko tinggi,

“Bisa dikatakan perekonomian warga kami mati suri alias lumpuh,” jelas dia.

Yang lebih parah lagi, meski ada perbaikan tapi bukan pada titik atau lokasi rusak.

“Malahan jalan yang sudah baik, sehingga ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat kami,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Dewan Barut Pertanyakan Retribusi Rumah Sarang Walet
apahabar.com

Kalteng

PMI Kalteng Bagikan 6.000 Masker Gratis Atasi Debu Karhutla
225 PNS Terima SK, Mayoritas dari Tenaga Pendidik

Kalteng

225 PNS Terima SK, Mayoritas dari Tenaga Pendidik
apahabar.com

Kalteng

Perang Tanpa Akhir Melawan Narkoba
Polisi Periksa Lima Terduga Tilap Uang Belasan Miliar Koperasi Barut

Kalteng

Polisi Periksa Lima Terduga Tilap Uang Belasan Miliar Koperasi Barut
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Lembaga CSIS: Ekonomi Kalteng Membaik tapi Kesehatan Memburuk
apahabar.com

Kalteng

Bupati Barito Utara Sambut Kedatangan Jemaah Haji
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com