Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Jangan Ada Lagi Korban Lubang Eks Tambang di Banjar

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 23:29 WIB

Jangan Ada Lagi Korban Lubang Eks Tambang di Banjar

Tim gabungan saat mengevakuasi korban tenggelam di lubang eks tambang milik PT. Madhani Talatah Nusantara, subkontraktor PD Baramarta di Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Minggu (14/6). Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – DPRD Kabupaten Banjar mewanti-wanti agar jangan sampai ada lagi korban jiwa di lubang eks tambang.

“Jangan sampai lagi nanti ada korban tambahan, karena nyawa manusia itu lebih berharga daripada materi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi kepada apahabar.com, Rabu (17/6).

Semestinya setelah selesai ditambang, pemilik konsesi wajib hukumnya mereklamasi atau menutup lubang.

“Nah sekarang kewenangan untuk mereklamasi tambang dan segala macam itu kan ada di tangan penambang, terutama ini ‘kafenya’ punya perusahaan daerah. Saya berharap nanti direklamasi agar bisa dimanfaatkan lagi untuk pertanian atau perkebunan,” papar Rofiqi.

Rofiqi pernah melihat langsung lokasi eks tambang, di mana lobang bekas galian tambang sangat berbahaya.

“Yang pernah ke sana pasti melihat bahaya sekali. Kita lihat ada yang lobangnya kedalamannya sampai 50 meter. Kalau saya rasa dilihat airnya tentu dari luarnya saja sudah tidak sehat,” imbuh politikus Gerindra ini.

Sebelumnya pihak Perusahaan Daerah (PD) Baramarta mengklaim bahwa lobang-lobang yang menganga bekas tambang adalah bekas para penambang liar. Bukan kewajiban mereka untuk mereklamasi.

Namun Rofiqi tidak sependapat dengan alasan tersebut. Menurutnya, kewajiban tetap ada pada empunya konsesi tambang.

“Enggak boleh dong seperti itu. Jadi kalau kita punya rumah tentu kita bertanggung jawab juga terhadap halamannya. Masa misalkan halaman kita berlobang lalu kita nyuruh tetangga sebelah, kan tidak mungkin. Artinya kalau memang ada penambang ilegal ya harus diproses sesuai aturan,” pungkas Rofiqi.

Diwartakan sebelumnya, Kasyful Anwar (40) warga Desa Pakutik, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar tewas tenggelam saat memancing di danau eks tambang batu bara di desa tetangga, yakni Desa Rantau Nangka pada Jumat (12/6).

Pencarian langsung dilakukan tim gabungan dari instansi terkait serta sejumlah kelompok relawan.

Dua hari pencarian di danau tersebut, akhirnya korban mengapung dengan sendirinya ke permukaan air pada Minggu (14/6) sekitar pukul 10.00. Musibah ini memperpanjang catatan buruk di dunia pertambangan.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Angkat Tema Penglibatan TNI, UIN Antasari Banjarmasin Gelar Webinar, Berikut Link Pendaftarannya
apahabar.com

Kalsel

Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19
Orbawati

Kalsel

Buron, Ketua Nasdem Tanah Laut Orbawati Sempat Ngeluh Sakit
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Kelas Inspirasi di Pedalaman Meratus
apahabar.com

Kalsel

Arie Husairi ‘Si Garuk Kaki Nyamuk’ Juara KNPI Stand Up Comedy
apahabar.com

Kalsel

Respons Bawaslu Kalsel Soal Karangan Bunga Belasungkawa dari Tim Denny Indrayana
apahabar.com

Kalsel

Tenang, DLH Banjarmasin Jamin Kebersihan Saat Salat ID Esok
apahabar.com

Kalsel

Karyawan Salon Tewas Tabrak Pagar Musala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com