Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Jelang New Normal, Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Tunggu Instruksi Gubernur

- Apahabar.com Senin, 1 Juni 2020 - 17:46 WIB

Jelang New Normal, Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Tunggu Instruksi Gubernur

Seorang petugas terlihat sedang membersihkan lantai halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Senin (1/6). Foto-apahabar.com/M Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin masih berkoordinasi dengan stakeholder lain terkait wacana pelaksanaan salat berjemaah menjelang penerapan new normal.

“Kami masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, jadi belum ada keputusan,” ucap Ketua Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Darul Quthni kepada apahabar.com, Senin (1/6) pagi tadi.

Ia mengaku bahwa Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin secara rutin menjaga kebersihan dan penyemprotan disinfektan.

“Kebersihan itu rutin, termasuk penyemprotan desinfektan setiap hari,” cetusnya.

Berdasarkan pantauan apahabar.com di lapangan, sejumlah petugas tampak membersihkan bagian dalam dan luar masjid terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.

Walhasil lantai masjid berbahan keramik itu pun terlihat bersih dan bebas dari debu.

Kelima pintu masuk masjid telah dibuka kembali, setelah beberapa waktu ditutup akibat serangan pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

“Sekitar pukul 08.00 Wita tadi sudah kita bersihkan,” kata Kaum Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Syahran MZ.

Meski begitu, Syahran belum berani memastikan kapan bisa dilaksanakan salat secara berjemaah di masjid tersohor di Banua itu.

“Karena ini milik pemerintah provinsi, maka mesti mendapatkan izin dari Gubernur dan Gugus Tugas,” bebernya.

Syahran mengakui, selama 13 tahun menjadi kaum masjid, ini merupakan fenomena pertama yang meniadakan salat berjemaah akibat bahaya virus.

“Belasan tahun menjadi kaum, ini merupakan kasus pertama meniadakan salat berjemaah selama kurang lebih tiga bulan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Penjambret di Banjarmasin Utara, Niat Muncul karena Ada Kesempatan
apahabar.com

Kalsel

Perusahaan Wajib Setor Dana CSR Demi Kemajuan Pembangunan di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Jelang Tes CPNS 2020, Bimbel di Banjarbaru Diserbu Ratusan Peminat
apahabar.com

Kalsel

Evakuasi Bangkai Reklame di Ahmad Yani, Puluhan Petugas Gabungan Diterjunkan
apahabar.com

Kalsel

Jutaan Ikan Mati, Petani Ikan di Marabahan Menjerit

Kalsel

Izin Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Dinkes Akan Visitasi Terlebih Dahulu
apahabar.com

Kalsel

Kelangkaan Gas Melon Berpotensi Merembet ke Luar Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sidak PNS Bolos, Bupati Balangan Siapkan Sanksi Tegas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com