Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Jemaah Jangan Lengah, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

- Apahabar.com Minggu, 7 Juni 2020 - 05:15 WIB

Jemaah Jangan Lengah, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Ilustrasi Salat Jumat.Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Umat Islam diingatkan untuk terus menaati protokol pencegahan Covid-19 seiring diberlakukannya relaksasi kegiatan peribadahan. Kemarin, masjid-masjid di berbagai daerah mulai dibuka untuk salat Jumat.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla berpesan agar para jemaah dan pengurus masjid konsisten menerapkan protokol kesehatan. Menjaga jarak fisik antarjamaah, kata dia, menjadi hal yang terpenting.

“Seperti halnya Jumatan, mal dan sekolah ke depan akan dibuka dan kembali normal. Syarat hanya tiga, yaitu jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan,” kata JK ketika ditemui Republika seusai menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Al-Azhar seperti dilansir Republika, kemarin.

JK pun merasa amat bersyukur bisa menunaikan salat Jumat. Sebab, selama hampir 12 pekan, masjid-masjid meniadakan salat Jumat demi menghindari penularan Covid-19.

“Walaupun pekan-pekan sebelumnya kita lakukan salat Zhuhur sebagai pengganti, salat Jumat memiliki kekhususannya tersendiri,” kata JK.

Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI itu tak lupa mengapresiasi pengurus masjid yang telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga kegiatan ibadah salat Jumat bisa berjalan dengan tertib. Ia juga berharap protokol kesehatan diberlakukan secara ketat di masjid-masjid lainnya.

Ketika ditanya pelaksanaan salat Jumat di Masjid al-Azhar, JK menilai telah sesuai prosedur dapat dapat ditiru masjid-masjid lainnya. Meski penjarakan fisik antarjamaah di Al-Azhar hanya satu meter, hal tersebut dinilai telah cukup. Sebab, semua jemaah menggunakan masker. “Tidak perlu dua meter karena sudah pakai masker. Jadi, kalau bersin jarak tidak melebar jauh,” katanya.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, banyaknya masyarakat yang menunaikan salat Jumat berjemaah di masjid sangat bisa dimaklumi. Sebab, sudah beberapa pekan umat Islam tidak melaksanakan shalat Jumat.

“Pelaksanaan salat Jumat yang pertama kali diselenggarakan pada hari ini bisa menjadi parameter dan model bagaimana ibadah yang aman, tertib, dan sehat,” kata Mu’ti, Jumat (5/6).

Muhammadiyah berharap tidak ada kasus baru penularan Covid-19 baru sehingga pekan depan salat Jumat dapat dilaksanakan kembali. Namun, kata dia, jika ternyata muncul kasus baru, pelaksanaan salat Jumat di masjid harus dievaluasi. Bahkan, apabila kasus Covid-19 ditemukan di masjid tertentu, kegiatan salat berjemaah di masjid tersebut harus dihentikan sementara untuk disterilisasi.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap pandemi Covid-19. “Secara umum, situasi masih belum sepenuhnya aman, dalam hukum Islam status darurat masih dapat diberlakukan,” ujarnya.

Mu’ti mengingatkan, umat Islam dan masyarakat harus tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan dan membiasakan diri hidup sehat. Caranya dengan menjaga kebersihan, olahraga, dan makan makanan yang bergizi. Selain itu, tetap membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak ada hal yang sangat mendesak dan penting.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas bersyukur bisa melihat kembali kegembiraan umat Islam karena kembali bisa melaksanakan salat Jumat di masjid. “Alhamdulillah. Saya melihat kegembiraan yang luar biasa. Kegembiraan warga Muslim yang merupakan ekspresi syukur kepada Allah SWT,” kata Robikin.

Dia pun mengapresiasi umat Islam yang tetap mengukuti protokol kesehatan dalam pelaksanaan salat Jumat pertama ini. Para jemaah tertib mengenakan masker, melakukan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk masjid, dan menjaga jarak sewaktu khutbah berlangsung dan saat shalat.

“Yang tak kalah menggembirakan, dari pantauan dan laporan pengurus NU dari berbagai wilayah di Indonesia, semua masjid dan tempat yang menyelenggarakan salat Jumat mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Bahkan, menurut dia, karpet yang lazimnya menghiasi lantai masjid juga tak terlihat dalam pelaksanaan shalat Jumat. Khutbah Jumat pun dilangsungkan singkat, tapi tak mengurangi syarat sah dan rukun khutbah serta substansi pesan yang disampaikan khatib.

“Semua itu mengonfirmasi kesungguhan umat Islam dalam menghadapi virus korona, baik secara lahir maupun batin,” katanya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Masjid Ini Patok Biaya Membukakan Puasa Sebanyak 6 Juta Rupiah
apahabar.com

Habar

Jelang Terima Jemaah Haji, Makkah-Madinah Bersolek
apahabar.com

Habar

Menelusuri Sejarah Islam di Museum Islam Australia
apahabar.com

Habar

Peziarah Ramai Jelang Ramadan, Petugas Ketiban Untung
apahabar.com

Habar

Stadion Demang Lehman Siap Tampung Tamu Haul Sekumpul ke 15, Gratis!
apahabar.com

Habar

Sudah 500 Relawan Kebersihan Haul Abah Guru Sekumpul Terdaftar
apahabar.com

Habar

NU Kalsel Imbau Warga Nahdliyyin Rayakan Malam Nishfu Sya’ban di Rumah
apahabar.com

Habar

Imam Syafi‘ie dan Imam Ats Tsauri Debat, Endingnya Tak Terduga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com