Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom Menkop-UKM Teten Masduki Dorong Kratom dapat Terus Diproduksi di Indonesia
agustus

Jika Cerah, Bulan Purnama Stroberi Terlihat Malam Ini

- Apahabar.com     Jumat, 5 Juni 2020 - 17:37 WITA

Jika Cerah, Bulan Purnama Stroberi Terlihat Malam Ini

sumber: Getty Images

apahabar.com, JAKARTA – Jika bercuaca cerah, warga Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan Penumbra atau yang juga disebut Bulan Purnama Stroberi, Jumat (5/6) malam ini.

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menyebutkan, Gerhana Bulan Penumbra akan muncul pada 6 Juni 2020 atau dini hari nanti. Gerhana Bulan Penumbra akan dimulai pada pukul 00.45 WIB dengan puncaknya pada pukul 02.24 WIB dan berakhir pada pukul 04.04 WIB.

Sementara puncak fenomena Strawberry Full Moon atau Bulan Purnama Stroberi terjadi pada pukul 02.12 WIB pada jarak 369.005 Km dari pusat Bumi.

Gerhana Bulan Penumbra terjadi ketika Bulan melewati bayangan sebagian bumi atau Penumbra. Selama gerhana ini berlangsung, bulan akan sedikit lebih gelap dari biasanya. Gerhana akan terlihat di sebagian besar Eropa, Afrika, Asia, Australia, Samudera Hindia, dan Australia.

Sedangkan Bulan Purnama Stroberi disebut demikian bukan karena bentuk atau cahayanya menjadi mirip dengan buah stroberi. Julukan itu berkaitan dengan musim panen stroberi di Amerika Serikat.

Sebutan Purnama Stroberi datang dari Amerika karena waktu kemunculannya bertepatan dengan waktu ketika para penduduk asli Amerika di sepanjang Timur Laut dan Atlantik Tengah sedang musim panen stroberi.

Bagi penduduk asli Amerika di masa pra-penjajahan, masa ini adalah masa ketika stroberi berlimpah dan masih tumbuh di Pennsylvania dan sekitarnya.

Bulan purnama ini memang punya nama unik sesuai dengan musim di tempat yang didatanginya serta merefleksikan lanskap di sekitarnya.

Dalam budaya Eropa kuno, purnama di bulan Juni mereka sebut sebagai honey moon. Honey di sini adalah musim panen madu dari lebah, bukan dalam pengertian bulan madu pengantin.

Ada juga yang menyebutnya hot moon, rose moon dan karena di Eropa juga banyak yang menanam stroberi, ada yang menyebutnya strawberry moon atau Purnama Stroberi sama seperti penduduk asli Amerika.

Sumber: Detik.com
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Dtk - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Alasan Penyebar Hoaks Surat Suara Belum Ditangkap
Anggota DPR

Nasional

Anggota DPR Covid Akan Difasilitasi Isoman di Hotel Bintang 3
apahabar.com

Nasional

Presiden Bagi Tips Aman Berkendaraan kepada Kaum Milenial
apahabar.com

Nasional

23 Gempa yang Merusak Indonesia Sepanjang 2018
apahabar.com

Nasional

Beratribut 01, Pengemudi Taksi Online Turunkan Penumpang
Kunto Wira Adiutama saat memberikan kesaksian tentang kondisi supir truk tangki Pertamina yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia. Foto: Leni Wandira - Apahabar.com

Nasional

Usai Kecelakaan Maut, Sopir Truk Pertamina sempat Menangis dan Menyerahkan Diri

Nasional

BNI Bakal Tutup 96 Kantor Cabang Tahun Ini

Nasional

Majelis Adat Pertanyakan Maksud Edy Mulyadi Pakai Iket Sunda Saat Penuhi Panggilan Bareskrim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com