Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Jokowi: Ancaman Covid-19 Masih Ada, Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua

- Apahabar.com     Rabu, 10 Juni 2020 - 17:22 WITA

Jokowi: Ancaman Covid-19 Masih Ada, Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua

Presiden Joko Widodo didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat berolahraga di area sekitar Istana Kepresidenan Bogor dan Kebun Raya Bogor pada Minggu (7/6). Foto-Biro Pers Setpres/Laily Rachev

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk terus melanjutkan upaya dan kerja keras guna mencegah terjadinya gelombang kedua penularan virus corona baru.

“Ancaman Covid-19 masih ada. Kondisi dinamis. Ada daerah yang kasus barunya turun, ada yang daerah yang kasus barunya meningkat, ada daerah yang kasus barunya nihil, dan perlu saya ingatkan jangan sampai ada gelombang kedua (second wave). Jangan sampai ada lonjakan,” kata Jokowi saat meninjau Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta, Rabu (10/6).

Jokowi mengatakan situasi dinamis dalam penanganan COVID-19, dan tatanan normal baru akan terus terjadi hingga vaksin corona ditemukan, serta efektif bisa digunakan.

Penciptaan vaksin akan memakan waktu yang tidak sebentar, karena melalui tahapan yang kompleks dari uji klinis hingga produksi massal.

Di saat itu pula, lanjutnya, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dengan tatanan kebiasaan baru, yang mengedepankan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

“Adaptasi kebiasaan baru. Adaptasi itu bukan berarti kita menyerah apalagi kalah, tidak, tapi kita harus memulai kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan sehingga masyarakat produkti tapi aman dari Covid-19,” kata Jokowi.

Penerapan kebiasaan baru di masing-masing daerah, kata Jokowi harus merujuk pada data dan fakta kasus Covid-19 di lapangan.

Kesimpulan dari data Covid-19 juga menjadi penentu kebijakan penanganan virus itu di masing-masing daerah untuk terus menekan angka penularan.

“Saya minta kalau data-data sudah bagus seperti itu, setiap hari diberikan peringakatnya kepada daerah-daerah yang kasusnya tertinggi, kematian tertinggi, sehingga semua daerah punya kewaspadaan yang sama dalam penanganan di lapangan,” tukas Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Nama Unik, Aurora Alpha Century Pelangi Hati Putri Ardita Suarnawinata
apahabar.com

Nasional

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama Tutup Usia
apahabar.com

Nasional

Lantik Pengurus Pusat JMSI, Bamsoet Inginkan Pemberitaan yang ‘Sehat’
Emas

Nasional

Turun Tipis, Segini Harga Emas Antam Rabu 23 Juni 20
apahabar.com

Nasional

Aneh Ada Janin di Kambing Jantan Usai Disembelih, Sempat Hidup Lagi
apahabar.com

Nasional

ABG Pelaku Incest di Lampung, Apakah Idap Zoofilia?
apahabar.com

Nasional

Begini Syarat Nyoblos di Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Temukan Uang di Laci Menteri Agama, KPK Usut dari Mana Asalnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com