Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Jokowi Perintahkan Polri dan KPK ‘Gigit’ Mereka yang Korupsi

- Apahabar.com Senin, 15 Juni 2020 - 12:43 WIB

Jokowi Perintahkan Polri dan KPK ‘Gigit’ Mereka yang Korupsi

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan aparat penegak hukum yaitu Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan Agung, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ‘menggigit’ pejabat maupun para pelaksana yang memiliki niat korupsi dalam penggunaan dana Rp 677,2 triliun untuk penanganan Covid-19.

“Kalau ada yang masih membandel, niat untuk korupsi, ada mens rea (niat jahat) silakan bapak ibu ‘gigit’ dengan keras, uang negara harus diselamatkan kepercayaan rakyat harus terus kita jaga,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (15/6).

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam peresmian pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2020 melalui video conference yang diikuti oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman Sampurna, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhamad Yusuf Ateh, Ketua KPK Firli Bahuri, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Idham Azis, para gubernur, bupati, wali kota serta para pejabat terkait lainnya.

“Saya ingin tegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam soal akuntabilitas, pencegahan harus diutamakan tata kekola yang baik harus didahulukan,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, tugas para penegak hukum yaitu kepolisian, Kejaksaan Agung, KPK dan penyidik pegawai negeri sipil adalah menegakkan hukum.

“Tapi saya juga ingatkan jangan menggigit orang yang tidak salah, jangan menggigit yang tidak ada mens rea juga jangan menebarkan ketakutan-ketakutan kepada para pelaksana dalam menjalankan tugasnya,” tambah Kepala Negara.

Jokowi mengatakan, BPKP, inspektorat dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) adalah aparat internal pemerintah yang harus fokus pada pencegahan dan perbaikan tata kelola.

“Selain itu kerja sama sinergi dengan lembaga-lembaga pemeriksa eksternal, BPK, harus terus dilakukan demikian juga sinergi antara aparat penegak hukum kepolisian, kejaksaan dan KPK harus kita lanjutkan,” ungkap Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

4 Tahun Dipenjara, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Bebas
apahabar.com

Nasional

Ketua Satgas Covid-19 Heran Kerja Kantoran Seperti Kondisi Normal
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Tetapkan Tambahan 4 Hari libur Cuti Bersama 2020
apahabar.com

Nasional

Contact Center PLN Raih 22 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia
apahabar.com

Nasional

Bupati Jepara Resmi Jadi Tersangka
apahabar.com

Nasional

Sembuh dari Covid-19, Ustaz Yusuf Mansur Sujud Syukur
apahabar.com

Nasional

5 Wakil Menteri Juga Dilantik Hari Ini, Ada Sosok Eks Danjen Kopassus
apahabar.com

Nasional

Jokowi Instruksikan Segera Evakuasi WNI di Hubei
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com