Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin Fakta Sejarah Jembatan Barito: Sempat Ingin Diberi Nama Soeharto hingga Terpanjang di Asia Tenggara Menang Dua Game, Ganda Putra Indonesia Marcus/Kevin Gilas Pasangan Inggris Raya JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli

Jokowi Senang, 7 Perusahaan Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia

- Apahabar.com     Selasa, 30 Juni 2020 - 15:18 WITA

Jokowi Senang, 7 Perusahaan Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/Pool/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terdapat 7 perusahaan dari negara lain yang sudah memastikan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia dan ada 17 perusahannya lainnya yang sudah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Tanah Air.

“Saya senang hari ini ada tujuh yang pasti. Kemudian ada 17 yang miliki komitmen besar, sudah masuk 60 persen hampir 100 persen,” kata Jokowi saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Jokowi menginstruksikan jajaran menteri dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk terus mengejar perusahaan-perusahaan asing agar merelokasi parbriknya ke Indonesia.

Dengan adanya relokasi industri dari negara lain ke Indonesia, maka akan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menstimulus perekonomian.

“Saya sudah sampaikan ke menteri dan Kepala BKPM untuk terus dikejar, layani, disampaikan fasilitas yang ingin kita berikan, baik urusan lahan, izin, listrik, gas dan lainnya yang bisa beri daya saing bangsa kita,” ujar Jokowi.

Kepala Negara menekankan tingkat daya saing usaha dan investasi Indonesia harus lebih baik dibanding negara lain agar dapat mengundang investor.

Salah satu contoh upayanya, lanjut dia, adalah mempercepat perizinan relokasi dibanding jangka waktu perizinan di negara lain. Selain itu, kata Jokowi, bisa juga dengan memberikan harga tanah yang kompetitif dibanding negara lain.

“Tujuan besarnya membuka lapangan kerja sebesar-besarnya kepada warga. Saya tidak mau lagi. Tadi ada potensi 119 perusahaan akan relokasi, jangan sampai kita tidak dapatkan perusahaan-perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia,” ujar Jokowi.

Saat ini, kata Jokowi, kecepatan untuk mengurus perizinan merupakan daya tarik yang paling dicari investor dan dunia usaha.

“Sekarang bukan negara besar kalahkan negara kecil tapi negara cepat kalahkan yang lambat,” kata Jokowi.

Dalam kunjungan itu Kepala Negara didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Bahlol Lahadalia, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pasar Domestik Masih Menarik, IHSG Bergerak Menguat
apahabar.com

Ekbis

Efek Virus Corona, Bank Dunia Tolak Beri Pinjaman ke China
apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Pengumuman Hasil Rapat Bank Sentral, IHSG Diperkirakan Melemah
sektor pertanian

Ekbis

Regenerasi Sektor Pertanian, Bonus Demografi Perlu Dioptimalkan
apahabar.com

Ekbis

Jangan Mudah Tergoda Diskon Dompet Digital di Akhir Tahun
apahabar.com

Ekbis

BI: Gejolak Global dan Demonstrasi Tambah Kegelisahan Pasar Finansil
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Tol Terpanjang di RI Diresmikan
Telkomsel

Ekbis

Telkomsel Tambah Investasi Senilai USD300 Juta di Gojek
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com