BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Jokowi Senang, 7 Perusahaan Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia

- Apahabar.com Selasa, 30 Juni 2020 - 15:18 WIB

Jokowi Senang, 7 Perusahaan Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/Pool/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terdapat 7 perusahaan dari negara lain yang sudah memastikan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia dan ada 17 perusahannya lainnya yang sudah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Tanah Air.

“Saya senang hari ini ada tujuh yang pasti. Kemudian ada 17 yang miliki komitmen besar, sudah masuk 60 persen hampir 100 persen,” kata Jokowi saat meninjau kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Jokowi menginstruksikan jajaran menteri dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk terus mengejar perusahaan-perusahaan asing agar merelokasi parbriknya ke Indonesia.

Dengan adanya relokasi industri dari negara lain ke Indonesia, maka akan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menstimulus perekonomian.

“Saya sudah sampaikan ke menteri dan Kepala BKPM untuk terus dikejar, layani, disampaikan fasilitas yang ingin kita berikan, baik urusan lahan, izin, listrik, gas dan lainnya yang bisa beri daya saing bangsa kita,” ujar Jokowi.

Kepala Negara menekankan tingkat daya saing usaha dan investasi Indonesia harus lebih baik dibanding negara lain agar dapat mengundang investor.

Salah satu contoh upayanya, lanjut dia, adalah mempercepat perizinan relokasi dibanding jangka waktu perizinan di negara lain. Selain itu, kata Jokowi, bisa juga dengan memberikan harga tanah yang kompetitif dibanding negara lain.

“Tujuan besarnya membuka lapangan kerja sebesar-besarnya kepada warga. Saya tidak mau lagi. Tadi ada potensi 119 perusahaan akan relokasi, jangan sampai kita tidak dapatkan perusahaan-perusahaan itu untuk mau masuk ke Indonesia,” ujar Jokowi.

Saat ini, kata Jokowi, kecepatan untuk mengurus perizinan merupakan daya tarik yang paling dicari investor dan dunia usaha.

“Sekarang bukan negara besar kalahkan negara kecil tapi negara cepat kalahkan yang lambat,” kata Jokowi.

Dalam kunjungan itu Kepala Negara didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Bahlol Lahadalia, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Evgeny Kalyagin: PT KAB Siap Lanjutkan Pembangunan KAB Borneo

Ekbis

Hingga September 2020, Realisasi Penerimaan Pajak Terkontraksi 14,1 Persen
apahabar.com

Ekbis

Berada di Bawah Kaltim dan Kalbar, Investasi di Kalsel Harus Dievaluasi
apahabar.com

Ekbis

Rudiantara Ditunjuk Sebagai Dirut PLN
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Melanda, Perusahaan di Kalsel Jangan PHK Pekerja!
apahabar.com

Ekbis

9 Hari, Bakeuda Raup Rp 9 Miliar dari Pajak Kendaraan Bermotor
apahabar.com

Ekbis

Hingga Mei 2020, Realisasi Produksi Batu Bara 228 Juta Ton
apahabar.com

Ekbis

WhatsApp Ubah Syarat Layanan, Segera Perbaharui Pengaturan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com