Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Jubir Pemerintah: 7 Provinsi Tak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 20 Juni 2020 - 18:28 WIB

Jubir Pemerintah: 7 Provinsi Tak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19

Ilustrasi-Tenaga medis saat melakukan pemeriksaan tes cepat kepada tim penyemprotan Kota Sorong. Foto-Antara/Ernes Kakisina/aa

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan tidak ada penambahan kasus baru di tujuh provinsi di Indonesia. Sementara 19 provinsi melaporkan penambahan kasus Covid-19 yang sangat sedikit.

“Ada 19 provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasus di bawah 10, dengan tujuh provinsi yang melaporkan hari ini tidak ada penambahan kasus sama sekali,” kata Yurianto dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (20/6).

Yurianto menuturkan beberapa daerah melaporkan pertambahan jumlah orang sembuh Covid-19 signifikan atau lebih banyak daripada jumlah kasus baru positif.

Banten melaporkan 15 kasus baru positif Covid-19 dan 31 kasus sembuh. Sulawesi Tenggara melaporkan 3 kasus baru positif Covid-19 dan 10 kasus sembuh.

Kemudian, Kepulauan Riau melaporkan satu kasus baru positif Covid-19 dan 10 kasus sembuh.

Yurianto mengatakan sebanyak 438 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia terdampak Covid-19.

Selain itu, sebanyak 13.150 pasien dalam pengawasan dan 37.336 orang dalam pemantauan.

Pada Sabtu (20/6), pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.226 orang menjadi 45.029 orang, sedangkan orang sembuh Covid-19 bertambah 534 orang.

Kasus meninggal akibat Covid-19 bertambah 56 orang sehingga total menjadi 2.429 orang.

Yurianto menuturkan penambahan kasus disebabkan oleh upaya pelacakan kontak yang dilakukan lebih agresif disertai pemeriksaan atau tes Covid-19 yang masif.

Upaya-upaya itu bertujuan untuk menemukan kasus positif dan melaksanakan isolasi agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erick Thohir: Tol Pertama di Aceh Bukti Pemerataan Pembangunan
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno Memastikan Diri Sudah Move On dari Kekalahan Pilpres 2019
apahabar.com

Nasional

I2 Ungkap 10 Pilkada yang Ramai Disorot Media Online
apahabar.com

Nasional

Garuda dan Sriwijaya Sempat Pecah Kongsi, Ini Penyebabnya
apahabar.com

Nasional

Ahok Bebas, Ini Kata Ma’ruf Amin
apahabar.com

Nasional

PKB: Gus Dur Angkat Martabat Etnis Tertindas
apahabar.com

Nasional

Wapres: Pemindahan Ibu Kota Indonesia Berbeda dengan Malaysia
apahabar.com

Nasional

Jokdri Diduga Terlibat Kasus Lain
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com