Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Jubir Pemerintah: 70 Persen Pasien Covid-19 Hanya Miliki Keluhan Minimal

- Apahabar.com Sabtu, 20 Juni 2020 - 17:46 WIB

Jubir Pemerintah: 70 Persen Pasien Covid-19 Hanya Miliki Keluhan Minimal

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Foto-Antara/Hafidz Mubarak A

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan hampir 70 persen pasien dari kasus Covid-19 hanya memiliki keluhan minimal sehingga mereka mengira itu bukan sakit akibat virus corona jenis baru.

“Dari data yang kami kumpulkan, hampir 70 persen kasus positif ini keluhannya minimal,” kata Yurianto dalam gelar wicara virtual yang diselenggarakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (20/6).

Yurianto menuturkan, keluhan minimal itu, antara lain berupa batuk yang tidak terus-menerus dan demam yang tidak tinggi. Dengan keluhan minimal itu, warga memiliki persepsi biasa saja dan merasa hal itu bukan sakit karena Covid-19.

“Keluhan minimal itu pada masyarakat kita bisa dipersepsikan tidak sakit,” kata Yurianto.

Untuk membuktikan atau mendiagnosis seseorang positif atau negatif Covid-19, harus dilakukan tes, dan standar tes yang diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Bagi yang memiliki kontak dekat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan langsung dilacak dan dites Covid-19 untuk mencari sumber infeksi dan memutus rantai penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Yurianto mengatakan 14 hari adalah proses inkubasi dari Covid-19 sampai dia menunjukkan gejala pada orang yang terinfeksi.

“Bisa saja terinfeksi hari ini gejala baru muncul nanti di hari ke-14, meskipun rata-rata kalau kita lihat data sekarang ini mungkin akan muncul di hari kelima atau keenam,” ujarnya.

Jika gejala tidak muncul dalam 14 hari, maka orang tersebut bisa dikatakan memang tidak terinfeksi atau virus itu memang sudah tidak ada lagi di dalam tubuhnya.

Tes Covid-19 diperlukan dalam rangka menemukan sumber infeksi Covid-19 di tengah masyarakat untuk bisa melakukan tindakan lanjutan dalam mencegah penyebaran Covid-19 ke orang lain sehingga dapat dilakukan isolasi dan penanganan agar tidak terjadi menularkan pada orang lain.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, kata Yurianto, tes Covid-19 harus dilakukan secara masif, yang berarti pemeriksaan didasarkan pada pelacakan kontak dekat dengan yang terkonfirmasi positif, bukan bersifat massal.

“Semua kasus yang dicurigai dari contact tracing (pelacakan kontak) yang kontak dekat dengan terkonfirmasi yang sudah dipastikan harus dilakukan tes dalam cara mencari dan mengisolasi agar tidak menjadi sumber penularan di komunitasnya,” ujar Yurianto.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BMKG: Pernah Terjadi Tsunami di Selatan Jawa
Jokowi Evaluasi Total Dana Otonomi Khusus Papua

Nasional

Jokowi Evaluasi Total Dana Otonomi Khusus Papua
apahabar.com

Nasional

Dapat Mengelak Ketika Ditusuk, Ustadz Yusuf Mansyur: Syekh Ali Jaber Pernah Belajar Silat
apahabar.com

Nasional

Resmi Meluncur, Segini Harga Mitsubishi Xpander Limited Edition
apahabar.com

Nasional

ASN Bergaji Maksimal Rp 8 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi
apahabar.com

Nasional

3 Nelayan Indonesia Kembali Diculik di Perairan Malaysia
apahabar.com

Nasional

DPD GMNI Kalsel Tolak Revisi UU KPK; Ini Sarat Kepentingan!
apahabar.com

Nasional

Yuliandre, Komisioner KPI Pusat Masuk Bursa Menteri Milenial
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com