Tragis, Petani Tabalong Tersambar Petir Sepulang Tanam Padi Ssttt.. Rampok Tanah Laut Lolos dari Penyekatan di Hutan Samboja Alasan H2D Kembali Tolak Hasil Rekapitulasi PSU di Banjarmasin Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Batal Tender Jalan di Batola, CV Ridho Menang Gugatan PTUN

Jubir Pemerintah: 70 Persen Pasien Covid-19 Hanya Miliki Keluhan Minimal

- Apahabar.com Sabtu, 20 Juni 2020 - 17:46 WIB

Jubir Pemerintah: 70 Persen Pasien Covid-19 Hanya Miliki Keluhan Minimal

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Foto-Antara/Hafidz Mubarak A

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan hampir 70 persen pasien dari kasus Covid-19 hanya memiliki keluhan minimal sehingga mereka mengira itu bukan sakit akibat virus corona jenis baru.

“Dari data yang kami kumpulkan, hampir 70 persen kasus positif ini keluhannya minimal,” kata Yurianto dalam gelar wicara virtual yang diselenggarakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (20/6).

Yurianto menuturkan, keluhan minimal itu, antara lain berupa batuk yang tidak terus-menerus dan demam yang tidak tinggi. Dengan keluhan minimal itu, warga memiliki persepsi biasa saja dan merasa hal itu bukan sakit karena Covid-19.

“Keluhan minimal itu pada masyarakat kita bisa dipersepsikan tidak sakit,” kata Yurianto.

Untuk membuktikan atau mendiagnosis seseorang positif atau negatif Covid-19, harus dilakukan tes, dan standar tes yang diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Bagi yang memiliki kontak dekat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan langsung dilacak dan dites Covid-19 untuk mencari sumber infeksi dan memutus rantai penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Yurianto mengatakan 14 hari adalah proses inkubasi dari Covid-19 sampai dia menunjukkan gejala pada orang yang terinfeksi.

“Bisa saja terinfeksi hari ini gejala baru muncul nanti di hari ke-14, meskipun rata-rata kalau kita lihat data sekarang ini mungkin akan muncul di hari kelima atau keenam,” ujarnya.

Jika gejala tidak muncul dalam 14 hari, maka orang tersebut bisa dikatakan memang tidak terinfeksi atau virus itu memang sudah tidak ada lagi di dalam tubuhnya.

Tes Covid-19 diperlukan dalam rangka menemukan sumber infeksi Covid-19 di tengah masyarakat untuk bisa melakukan tindakan lanjutan dalam mencegah penyebaran Covid-19 ke orang lain sehingga dapat dilakukan isolasi dan penanganan agar tidak terjadi menularkan pada orang lain.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, kata Yurianto, tes Covid-19 harus dilakukan secara masif, yang berarti pemeriksaan didasarkan pada pelacakan kontak dekat dengan yang terkonfirmasi positif, bukan bersifat massal.

“Semua kasus yang dicurigai dari contact tracing (pelacakan kontak) yang kontak dekat dengan terkonfirmasi yang sudah dipastikan harus dilakukan tes dalam cara mencari dan mengisolasi agar tidak menjadi sumber penularan di komunitasnya,” ujar Yurianto.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Antisipasi Unjuk Rasa di Istana Merdeka, Hari Ini TransJakarta Hentikan Operasional
apahabar.com

Nasional

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Terbakar, 10 Penderita Panik Langsung Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Polisi: Pengakuan Tersangka Penyerang Novel Akan Dibuka di Pengadilan
apahabar.com

Nasional

Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Pesan 5 KaliĀ 
apahabar.com

Nasional

Muara Baru Membara, Puluhan Kapal Jadi Tumbal
apahabar.com

Nasional

BPBD: Hujan Picu Kabut Asap Hari Ini, Simak Penjelasan BMKG
Divaksin Covid-19

Nasional

Tidak Semua Orang Bisa Divaksin Covid-19, Simak Daftarnya
apahabar.com

Nasional

Baleg DPR Sepakati Revisi UU KPK Jadi UU Disahkan di Paripurna
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com