Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Jubir Pemerintah: Kantor dan Pasar Rawan Penularan Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 28 Juni 2020 - 18:53 WIB

Jubir Pemerintah: Kantor dan Pasar Rawan Penularan Covid-19

Ilustrasi aktivitas perkantoran swasta di masa pandemi. Foto-SP/Joanito De Saojoao

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkapkan tempat-tempat yang rawan terjadi penularan virus corana baru dari orang ke orang adalah yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dalam waktu lama.

“Tempat yang sangat rawan dan memungkinkan terjadinya penularan, yaitu tempat dimana orang bertemu, berkumpul dengan waktu yang cukup lama. Misalnya di kantor,” kata Yurianto dalam keterangan persnya di Graha BNPB Jakarta yang dipantau melalui kanal YouTube, Minggu (28/6).

Oleh karena itu, dia mengingatkan agar pengelola kantor memperhatikan pengaturan tempat kerja dan waktu kerja karyawan agar protokol kesehatan jaga jarak bisa dilaksanakan.

“Pastikan tetap menggunakan masker dengan benar walaupun di kantor,” kata Yurianto.

Selain perkantoran, salah satu tempat yang paling rawan terjadinya penularan virus corona baru adalah di pasar tradisional. Yurianto mengingatkan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di daerah melakukan pengaturan operasional pasar agar semua pengunjung dan penjual bisa sama-sama menjalankan protokol kesehatan.

Tempat lain yang juga rawan terjadi penularan adalah tempat makan, khususnya di rumah makan daerah perkantoran, karena banyak dikunjungi oleh karyawan pada jam makan siang secara bersamaan.

Yurianto meminta masyarakat harus mewaspadai hal tersebut dan sebisa mungkin agar tetap aman dan tidak tertular virus corona baru tersebut. Hal yang sebenarnya dikhawatirkan oleh Yurianto adalah di saat para pekerja tersebut pulang membawa virus dan bisa menularkan kepada anggota keluarga di rumah yang berisiko tinggi.

“Ingat apabila yang aktif bekerja kemudian terinfeksi, pulang ke rumah, di tengah keluarga sangat mungkin kontak dengan anggota keluarga, dengan anak, saudara, orang tua yang akan sangat memungkinkan terjadinya penularan,” jelas Yurianto.

Yurianto mengungkapkan bahwa masih tingginya penambahan kasus positif Covid-19 setiap harinya menggambarkan ketidakdisiplinan dan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Artinya masih ada orang yang sakit, orang yang positif Covid-19, tapi tidak isolasi diri dengan baik. Masih ada kontak tracing yang dirawat belum bisa diperiksa di laboratoriumnya, dan belum bisa isolasi diri dengan baik. Masih ada kelompok rentan yang tertular karena tidak patuh menjaga jarak, tidak menggunakan masker, dan tidak cuci tangan,” kata Yurianto.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

MUI Khawatir Reuni 212 untuk Hasrat Ambisi Kekuasaan
apahabar.com

Nasional

Jubir Covid-19 Ingatkan Penyebaran Masih Terus Terjadi
apahabar.com

Nasional

Penumpang Luar Negeri Datang, Kasus Corona di China Naik
apahabar.com

Nasional

35 Titik Percetakan Surat Suara Diamankan Polisi
apahabar.com

Nasional

Gadis Indonesia Ini Laku Rp 19,7 Miliar, “Dijual” Lewat Situs Lelang Cinderella Escort
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin Dinilai Seperti ‘Ban Serep’ Jokowi, Jubir : Wapres Tak Ingin Ada Matahari Kembar
apahabar.com

Nasional

Komisi VII Minta Pertamina Serius Tangani Penyimpangan Distribusi BBM
apahabar.com

Nasional

HPN 2020, Wali Kota Banjarmasin Apresiasi JMSI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com