Resmi! Paman Birin Sandang Gelar Doktor Kehormatan dari ULM Sosok Promotor Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin Bukan Orang Sembarangan Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban

Kabar Baik, ‘Obat Pasar’ Dexamethasone Teruji Sembuhkan Pasien Covid-19

- Apahabar.com     Rabu, 17 Juni 2020 - 21:29 WITA

Kabar Baik, ‘Obat Pasar’ Dexamethasone Teruji Sembuhkan Pasien Covid-19

Dexamethasone (deksametason) merupakan obat pertama yang terbukti efektif mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19 dengan kondisi parah. Foto-Shutterstock/Maxim Ermolenko

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa obat yang tersedia luas dipasaran, bisa membantu menyelematkan nyawa pasien corona (Covid-19).

Obat tersebut adalah dexamethasone (deksametason), yang selama ini digunakan untuk mengatasi peradangan, reaksi elergi dan penyakit autoimun.

Dikutip dari Okezone.com, peneliti Oxford University baru saja mengeluarkan laporan bahwa obat pasar bernama Dexamethason ini ampuh sembuhkan Covid-19.

Jadi, obat ini adalah bahan kimia yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal.

Kortikosteroid yang ada di dalam obat ini mempengaruhi fungsi banyak sel di dalam tubuh dan menekan sistem kekebalan tubuh. Kortikosteroid juga memblokir peradangan dan digunakan dalam berbagai penyakit radang yang mempengaruhi banyak organ.

Menurut laporan BBC, obat Dexamethasone termasuk dalam beberapa obat yang diujikan dalam penelitian obat Covid-19 dan berdasar hasil uji. Obat pasar ini ampuh meminimalisir risiko kematian pasien Covid-19 dengan ventilator hingga sepertiganya.

Sedangkan, obat ini pun diujikan pada pasien Covid-19 yang menggunakan perawatan oksigen tambahan dan risiko kematian menurun seperlimanya.

Dalam uji coba yang dipimpin tim dari Universitas Oxford, sekira 2.000 pasien rumah sakit diberikan dexamethasone dan dibandingkan dengan lebih dari 4.000 pasien yang tidak diberikan.

Hasil menunjukan, untuk pasien yang menggunakan ventilator, ia mengurangi risiko kematian dari 40 persen menjadi 28 persen. Lalu, pasien yang membutuhkan oksigen, obat ini mengurangi risiko kematian dari 25 persen menjadi 20 persen.

Lebih lanjut, peneliti utama Prof Martin Landray mengatakan, pengobatan dengan obat ini berlangsung selama 10 hari dengan biaya sekira 5 euro atau Rp88 ribu per pasien. “Jadi, pasien Covid-19 hanya membutuhkan 35 euro atau Rp622 ribu sampai akhirnya dia sembuh,” kata Prof Landray.

Menjadi kabar baik lainnya ialah obat ini tersedia di seluruh dunia. Dengan begitu, pengobatan pasien Covid-19 bisa masif dilakukan pada setiap negara. Karena itu, Prof Landray meminta kepada semua rumah sakit di seluruh dunia untuk mulai menggunakan obat ini tanda menundanya.

Catatan penting, Dexamethasone tidak diperuntukan pasien Covid-19 bergejala ringan. Dengan kata lain, pasien Covid-19 yang tak memiliki masalah pernapasan, tak begitu merasakan dampak dari obat pasar yang satu ini.

Dexamethasone sendiri telah digunakan sejak 1960-an. Di awal penggunaannya, obat ini dipakai untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi, termasuk gangguan peradangan dan kanker tertentu.

Dexamethasone juga telah terdaftar dalam Daftar Model Obat Esensial WHO sejak 1977 dalam berbagai formulasi, dan saat ini tidak memiliki paten dan tersedia dengan harga terjangkau di sebagian besar negara.

Di sisi lain, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, mengumumkan penemuan obat Covid-19 dari 5 kombinasi obat pasaran.

Penemuan ini didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Obat pasaran dipilih peneliti Unair dengan alasan keamanan. Maksudnya, obat yang sudah beredar di pasaran sudah mengantongi izin edar Badan POM dan tentunya sudah melewati serangkaian uji tes sampai akhirnya bisa diedarkan. Tidak hanya itu, obat pasar dipakai dengan alasan kedaruratan.(Okz)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Borneo Rescue

Tak Berkategori

Demi Kemanusiaan, Borneo Rescue Kirim 6 Relawan ke NTT
apahabar.com

Tak Berkategori

LIA dan Pemprov NTB Upayakan Peningkatan Wisata Pasca Gempa Lombok
Zona Merah

Tak Berkategori

Bertambah 5 Orang, Tanbu Full Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Tak Berkategori

Tarif Listrik untuk Pelanggan Nonsubsidi Turun, Simak 6 Fakta Menarik
Atta Halilintar

Tak Berkategori

Jelang Pernikahan, Atta Halilintar Kenalkan Aurel ke Keluarga Besar
apahabar.com

Tak Berkategori

KKP Perketat Pengawasan Penumpang di Bandara Ngurah Rai
apahabar.com

Tak Berkategori

Keren, Cabor E-sports Indonesia di Tapin Terbentuk
apahabar.com

Tak Berkategori

Malam Perdana Open Donasi Korban Kebakaran Kotabaru, OI Banjarmasin Turun Tangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com