Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser Izin Investasi Miras Dicabut, Bahlil Yakin Kepercayaan Investor Masih Baik Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 2 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan

Kabar Gembira untuk Paunjunan, Portal Jejangkit Dibuka Kembali

- Apahabar.com Jumat, 12 Juni 2020 - 18:45 WIB

Kabar Gembira untuk Paunjunan, Portal Jejangkit Dibuka Kembali

Relawan Kecamatan Jejangkit menyingkirkan portal yang melintang di jembatan perbatasan Batola dengan Banjar. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Penghobi memancing atau paunjunan bisa menghemat waktu perjalanan, setelah portal di Kecamatan Jejangkit dibuka kembali.

Pembukaan portal dilakukan aparat kecamatan setempat sekitar pukul 10.30 Wita, Jumat (12/6). Aksi ini dilakukan menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Barito Kuala berakhir pukul 23.59 Wita.

“Setelah portal dibuka kembali, kami berharap masyarakat yang melintas di perbatasan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan,” harap M Mujiburrahman, Camat Jejangkit.

Begitu resmi dibuka, arus lalu lintas langsung meningkat, terutama pengguna kendaraan roda dua.

Sementara kendaraan roda empat harus berhati-hati melintasi jembatan yang membatasi kedua kawasan.

“Kebetulan kami sekeluarga berencana ke Martapura,” papar Boy, salah seorang warga Marabahan yang melintas.

“Setelah tahu rencana pembukaan portal, kami langsung putar balik di Sungai Gampa dan batal melewati Lingkar Selatan,” tambahnya.

Selama pemberlakuan PSBB, portal itu menutup akses Desa Bahandang di Jejangkit dengan Desa Tanjang Landung di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Padahal sebelum ditutup, jalur yang melewati lagan eks Hari Pangan Sedunia (HPS) ini ramai dilewati dalam setahun terakhir.

Biasanya jalur ini dilewati pedagang maupun pekerja, termasuk paunjunan yang berdomisili di Martapura atau sebaliknya.

Dalam kondisi normal, waktu tempuh dari Marabahan menuju Martapura atau sebaliknya hanya sekitar 1 jam, lantaran kondisi jalan sudah 95 persen aspal.

Situasi itulah yang tampaknya membuat umur portal tidak bertahan lama. Sekitar sepekan setelah dipasang mulai 19 Mei 2020, portal yang terbuat dari aluminium itu dibongkar paksa.

Berselang dua hari, bahan portal diganti besi. Pun usia portal besi itu tidak bertahan lama, karena lagi-lagi dihancur orang pada tengah malam 3 Juni 2020.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Melalui LP2B, Batola Memproteksi 83 Hektare Lahan Pertanian

Kalsel

Waspada Gelombang Tinggi di Destinasi Wisata Pantai Tanah Laut
apahabar.com

Kalsel

‘Door to Door’, Anggota Kodim 1002 Bagi Sembako
apahabar.com

Kalsel

Omzet Pasar Wadai Turun, Efek Lahan Bekas Kuburan?
apahabar.com

Kalsel

PIL, Korban Suami Mengamuk di Pelaihari Lolos dari Maut
apahabar.com

Kalsel

Pelantikan Ketua Dewan Kalsel Diwarnai Unjuk Rasa
apahabar.com

Kalsel

Jokowi Disuguhi Lontong Orari dan Ketupat Kandangan Ikan Gabus
apahabar.com

Kalsel

Tak Mampu Kuliah, 15 Anak di Tabalong Ikuti PKK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com