Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Kadisdik Jelaskan Tahapan PPDB Online di Kalsel

- Apahabar.com Rabu, 24 Juni 2020 - 14:04 WIB

Kadisdik Jelaskan Tahapan PPDB Online di Kalsel

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Effendi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yusuf Effendi menjelaskan aturan Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK pada Rabu (24/6).

PPDB SMA/SMK Tahun Ajaran 2020-2021, kata Muhammad Yusuf Effendi, dimulai pada akhir bulan ini dengan sistem daring atau online dan tidak melayani pendaftaran langsung di sekolah.

Hal itu dilakuakn untuk menghindari penularan Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar PPDB secara konvensional seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI, regulasi untuk PPDB tingkat SMA dan SMK dibagi dalam beberapa kategori,” kata Muhammad Yusuf Effendi.

Untuk penerimaan para siswa yang tinggalnya dekat dengan sekolah atau sistem zonasi akan mendapat kuota 50 persen, jalur prestasi sebanyak 30 persen, dan jalur afirmasi atau yang termasuk keluarga kurang mampu sebanyak 15 persen. 5 persen sisanya, akan diberikan bagi siswa pindahan dari sekolah lain atau yang mengalami perpindahan karena mengikuti pekerjaan orangtuanya.

“Kalau jalur prestasi itu kita sediakan untuk yang berprestasi akademik maupun olahraga, itu dibuktikan dengan sertifikat atau piagamnya,” sambungnya.

Untuk itu, lanjut Muhammad Yusuf, nantinya akan ada proses verifikasi keaslian sertifikat atau piagam untuk jalur prestasi, sebagai pembuktian bahwa berkas yang dilampirkan benar-benar asli.

Sedangkan untuk jalur afirmasi yang mendapat porsi 15 persen, dapat dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.

“Bagi yang kurang mampu dapat menggunakan KIP dan PKH karena yang dua itu sudah dipastikan harus dibantu,” tambahnya.

Untuk proses verifikasi, jelasnya lebih lanjut, memang harus melalui manual atau tatap muka, karena yang bersangkutan akan membawa dokumen yang dimiliki kepada pihak sekolah.

Namun, harus menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni harus menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk area sekolah serta menjaga jarak aman untuk menghindari kerumunan.

Keputusan untuk menggelar PPDB Tahun Ajaran 2020-2021 secara daring, mengacu pada masih tingginya kurva penularan Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.

Apalagi di provinsi ini, pertambahan kasus baru harian berkisar di angka 60 hingga 100, yang menandakan situasi belum kondusif untuk menggelar PPDB seperti biasa dan harus memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan pendaftaran.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tanpa Pedagang Luar, Harga Bapok di Pasar Marabahan Relatif Stabil
apahabar.com

Kalsel

Walau Belum Ekstrem, Harga Gas Melon di Marabahan Mulai Naik
apahabar.com

Kalsel

Bantu Pemerintah Tangulangi Covid-19, Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Latihan Posko I
apahabar.com

Kalsel

Program ‘Singgahi Bawaslu’, Upaya Menurunkan Tingkat Kecurangan Pilkada 2020
apahabar.com

Kalsel

Hari Libur, Polisi dan Warga di Angsana Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
apahabar.com

Kalsel

Dear Naker Kalsel, Bantuan Tunai Cair Akhir Bulan Ini
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin: Kalsel Sangat Siap Sebagai Ibu Kota Baru
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Usulkan 12 Titik Kampanye Terbuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com