MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu

- Apahabar.com Kamis, 4 Juni 2020 - 15:56 WIB

Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu

Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani saat meninjau salah satu pusat perbelanjaan modern di Banjarbaru di tengah pandemi Covid-19, belum lama tadi. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Warga Banjarbaru sepertinya harus bersabar untuk kembali menerapkan hidup normal atau new normal di tengah pandemi Covid-19.

Hari ini, Presiden Jokowi memberi isyarat tak memberikan lampu hijau untuk daerah di Kalimantan Selatan menerapkan new normal.

Menurut laporan Presiden, tingkat penularan di Jatim, Sulsel dan Kalsel terus menunjukkan peningkatan setiap harinya.

Hingga Rabu (3/6), di Jawa Timur tercatat penambahan 183 pasien positif baru sehingga total menjadi 5.318 kasus Covid-19.

Di Sulsel, terjadi penambahan 38 pasien positif baru sehingga menjadi 1.668 kasus pasien positif Covid-19.

Demikian juga di Kalsel yang masih tinggi, terdapat 64 pasien positif baru sehingga total menjadi 1.033 kasus pasien positif Covid-19.

Alih-alih berbicara new normal, presiden meminta pelacakan kontak dekat dari pasien terpapar Covid-19 dilakukan lebih agresif dengan sarana-parasarana teknologi informatika.

“Saya ingin kita konsentrasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian, TNI, Polri, di tiga provinsi yang angka peyebarannya masih tinggi,” kata Presiden saat membuka rapat kabinet terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka Jakarta, Kamis (4/6).

Seirama, dari Banjarbaru, syarat reproduction number (R0) atau rate (Rt) R effective untuk new normal belum terpenuhi.

Namun begitu pemerintah setempat memilih pola baru: pembatasan kegiatan masyarakat atau PKM.

“Syarat new normal terkait R0 Banjarbaru belum memenuhi, kita mengakui kemarin (pasien positif) ada yang meninggal satu dan ada pasien positif yang bertambah, ini jadi catatan kita untuk belum melepas ke kenormalan baru,” ujar Wali Kota Nadjmi Adhani kepada apahabar.com, Kamis (4/6) siang.

Oleh karena itu, katanya Banjarbaru tidak masuk dalam 122 daerah yang siap new normal.

“Kalau ke new normal belum, makanya kita tidak termasuk 122 daerah yang diingkan ke kenormalan baru,” terangnya.

Menurutnya, untuk ke kenormalan baru itu, akan dilihat dari hasil pelaksanaan PKM.

“PKM dulu kita, selama 14 hari nanti kita evaluasi, kalau kasus menurun dan masyarakat kita punya kedisiplinan, itu (new normal) akan kita usulkan,” ungkapnya.

PKM sendiri diterangkannya sama dengan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB hanya polanya saja yang berbeda.

“Kalau pada saat PSBB semua kegiatan itu kita batasi, ada jam jam dan aturan yang kita mainkan. Nah saat PKM kegiatan pendisiplinan masyarakat pada titik titik tertentu saja kita lakukan,” jelasnya.

Lalu lanjutnya, pada PKM keran aktifitas ekonomi secara perlahan mulai dibuka, begitu juga untuk peribadatan.

“Secara pelan pelan dibuka. Tapi masyarakat tetap perlu didisiplinkan dengan penjagaan pemerintah daerah, TNI dan Polri,” sambungnya.

Selain itu, untuk payung hukum PSBB berdasarkan SK menteri kesehatan, sedangkan PKM, kata Nadjmi, memberlanjutkannya dengan SK Wali Kota sesuai peraturan protokol kesehatan Covid-19 banjarbaru.

Menanggapi kasus positif bertambah dan kasus terkonfirmasi meninggal, Nadjmi mengatakan itu buah daripada kerja Tim Gugus Tugas Banjarbaru melacak kontak dekat dari pasien terpapar Covid-19.

“Peningkatan kasus positif ini karena kita melakukan tracking dan tracing, ketika menemukan pasien positif kita aktif men-tracing kontak erat dan ditemukan kasus baru jadi bertambah,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Hadiri Renungan Suci, Darmawan Jaya Ingin Warganya Merdeka dari Covid-19
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

IPDN Gelar Pembekalan, Nadjmi Adhani Jadi Narsum
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Nadjmi Optimis Banjarbaru Raih Penghargaan Kota Sehat
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Bank Kalsel Bantu CCTV untuk Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Lipsus Harjad Kota Banjarbaru: Masyarakat Kota Idaman yang Dipandang Religius
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Menuju KLA, Banjarbaru Masih Terkendala Iklan Rokok
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Di Market Day, Wali Kota Nadjmi Bicara Pendidikan Berkarakter
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Jurnalis Banjarbaru Terima Sembako Sumbangan dari ASN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com