Buron, Ketua Nasdem Tanah Laut Orbawati Sempat Ngeluh Sakit Dibui Seumur Hidup, Gembong Sabu Banjarmasin Pindah ke Nusakambangan? Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD 8 Jam Warga Banjarmasin Bakal Kesulitan Air Bersih, Simak Wilayah Terdampak Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’

Kalsel Tak Siap Jika Diserang Covid-19 Gelombang Kedua

- Apahabar.com Selasa, 9 Juni 2020 - 11:57 WIB

Kalsel Tak Siap Jika Diserang Covid-19 Gelombang Kedua

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H Abdul Haris Makkie. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Sampai Juni 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Provinsi Kalimantan Selatan telah menelan anggaran Rp99 miliar lebih dari Rp200 Miliar anggaran penanganan Covid-19 di Banua.

Ketua Harian GTPP Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H Abdul Haris Makkie mengatakan semua serapan anggaran Covid-19 di belanjakan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD)

“Dari badan keuangan daerah tadi menyebutkan, 99 miliar rupiah lebih sudah di luncurkan ke BPBD,” kata Abdul Haris saat menghadiri rapat dengan DPRD Kalsel Senin (8/6) siang.

Abdul Haris mengatakan, Pemerintah Kalsel menyediakan anggaran Rp50 miliar dari refocusing SKPD. Jumlah itu ditambah sesuai dengan keputusan bersama dari Kementerian Keuangan dan Menteri Dalam negeri. Total di anggaran menjadi Rp200 miliar.

Untuk penggunaan anggaran, Abdul Haris menyebut diserahkan semuanya pada BPBD Kalsel.

“Anggaran itu di kelola BPBD, diambil dari Kas daerah, Badan Keuangan Daerah,” sambungnya.

Secara umum, anggaran itu di gunakan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD), honor tenaga medis, dan biaya sewa hotel tenaga medis.

Dia juga tidak membantah keuangan Kalsel tidak siap jika Corona virus ini kembali menyerang di gelombang dua.

“Kalau muncul gelombang kedua ini akan sangat berbahaya,” ujarnya.

Alasannya, saat ini untuk penangganan Covid 19, Pemerintah sudah mengambil 50 persen anggaran dari masing-masing SKPD. Maka dari itu, GTPP Covid 19 di Kalsel berupaya keras memutus penularan Covid 19.

“Makanya tracking, tracking dan testing itu sangat penting dilakukan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel Fraksi PDI Perjuangan, M Syaripuddin meminta GTPP Covid-19 untuk fokus pada tiga poin. Pertama yaitu efektifitas upaya dari sisi epidemiologi dan kesehatan melalui penelusuran dan penanganan harus bisa menurunkan kurva kasus Covid-19 di Kalsel.

Kedua yaitu komunikasi, informasi dan edukasi harus dilakukan lebih masif dan konsisten supaya upaya penelusuran, perawatan dan penyembuhan pasien yang saat ini dilakukan tidak sia-sia.

Ketiga, dengan anggaran tersebut, GTPP Covid-19 Kalsel harus bisa mengakomodir seluruh pasien yang ditemukan mengidap Covid-19.

“Jadi jangan sampai di tracking dan tracking tapi pelayanan kesehatan untuk upaya penyembuhannya justru tidak tercover,” ujar Syaripuddin.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gagal di 2019, DPRD Kalsel Mantap Kungker ke Luar Negeri di Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Lelang Renovasi 17 Mei Diulang, DPRD Kalsel Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

FKPT dan SMSI: Membendung Hoax dengan Kearifan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Langsat Tanjung Si Lonjong Manis jadi Primadona
apahabar.com

Kalsel

Kronologis Tenggelamnya Dua Pemuda di Sungai Tapin
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin, Ibnu Belum Pastikan Duet Lagi dengan Hermansyah
apahabar.com

Kalsel

Nongkrong Bawa Sabu, Pemuda Amuntai Ini Kena Batunya
apahabar.com

Kalsel

Air Terjun Setinggi 25 Meter Jadi Potensi Wisata Baru Martapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com