Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes Kecelakaan di Tabalong, Pengemudi Terios Meninggal Dunia Jubir Covid-19 Banjarmasin Tak Kebal Corona, Wali Kota Beber Faktanya Kalsel Hujan hingga Lusa, Tanbu-Kotabaru Kudu Waspada! Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Langsung Dirawat Intensif

“Kami Ingin Pulang” Bergaung di Ambulung, Pemprov Pilih Persuasif

- Apahabar.com Kamis, 4 Juni 2020 - 14:30 WIB

“Kami Ingin Pulang” Bergaung di Ambulung, Pemprov Pilih Persuasif

Desakan ingin pulang bergaung di Balai Pendidikan dan Pelatihan, Jalan Ambulung di Banjarbaru, belakanga ini. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Desakan ingin pulang bergaung di Balai Pendidikan dan Pelatihan, Jalan Ambulung di Banjarbaru.

Sempat menuntut pulang, penghuni karantina di gedung isolasi pasien Covid-19 milik Pemprov Kalsel itu dilaporkan sudah kembali tenang.

Pasalnya beberapa tuntutan mereka telah didengar dan terjawab.

“Kami telah melakukan upaya-upaya dan saat ini mereka mau mengerti,” ujar Penanggungjawab Karantina Khusus Pemprov Kalsel, Sukamto kepada apahabar.com, Kamis (4/5) siang.

Adapun beberapa tuntutan mereka terkait masalah ekonomi keluarga, kebosanan hingga faktor kebugaran.

“Identifikasi permasalahannya, satu karena pasien merasa sehat karena tidak ada gejala. Dua, pasien menguatirkan keluarga yang ditinggalkan. Tiga pasien tinggal lama dan jenuh di karantina,” bebernya.

Atas keluhan pasien tersebut, ia beserta tim melakukan upaya pendekatan sembari berupaya menyelesaikan masalah.

“Upaya yang kita lakukan seperti menyampaikan bahwa dalam tubuh pasien ada virus yang bisa menularkan ke orang lain (anak, istri/suami, orang tua, dll). Sehingga perlu untuk karantina atau isolasi supaya sembuh (tidak menularkan ke orang lain),” jelasnya.

Agar pasien tidak kuatir dan stres memikirkan keluarga yang ditinggalkan, Pemprov Kalsel juga memberi bantuan senilai Rp350 ribu per keluarga.

“Sebenarnya gini, Pemprov itu memberikan bantuan itu artinya mereka yang sudah masuk karantina supaya tidak resah jadi keluarganya dikasih bantuan. Nah itu sebenarnya karantina kabupaten/kota pun bisa asal segera mengusulkan ke tim gugus provinsi,” terangnya.

Jadi, lanjut Sukamto tim gugus tugas provinsi tidak serta merta memberikan bantuan jika tidak ada yang mengusulkan.

“Yang dikarantina sini (Ambulung) kami yang mendata, meminta pasien mengisi data diri seperti NIK, foto copy KK, jumlah keluarga di rumah, dan nomor kontak, itu mereka isi lengkap dan kami usulkan ke gugus tugas,” jelasnya.

Hal tersebut dikarenakan, pasien Covid-19 termasuk masyarakat yang berhak menerima bantuan.

“Karena kami anggap mereka menerima dampak,” katanya.

Menurut Sukamto, prihal bantuan ini telah beberapa kali disampaikan Wakil Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel.

“Pak wakil ketua harian gugus tugas saat kunjungan ke kabupaten/kota juga menyampaikan hal itu, pokoknya provinsi menyiapkan itu. Asal mengusulkan, dan karantinanya jelas,” ungkapnya.

Selain Ambulung, karantina di Bapelkes pun juga tak luput dari pengusulan bantuan tersebut. Namun dari puluhan penghuni, hanya belasan yang mau mengisi formulir.

“Bapelkes juga dapat, cuma kami sampaikan untuk Bapelkes kita usulkan dari Mei itu dari penghuni yang mau cuma 13 orang, karena memang tidak semua pasien memerlukan itu, tidak semua pasien yang ada memerlukan bantuan karena ada yang mampu tapi tetap kita tawarkan mereka untuk mengisi tadi,” ceritanya.

Segala bentuk informasi mengenai pasien dan petugas, kata Sukamto dikoordinasikan melalui grup Whatsaap pasien, agar lebih cepat disampaikan.

“Karena kita ada grup WA pasien jadi di situ kita sampaikan, dan hanya 13 yang mengisi. Dan yang ngisi langsung kita usulkan. Bantuan senilai Rp350 ribu itu per KK per bulan, kalau nanti di sini 3 bulan ya 3 bulan mereka dapat,” ucapnya.

Permasalahan terakhir, dikatakannya pasien bosan karena terlalu lama menu ggu hasil Swab atau hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) yang kedua.

“Untuk itu, supaya tidak menunggu lama lagi, maka jarak pengambilan swab diperpendek. Disediakan alat olahraga (bulu tangkis, tenjs meja, catur) biar tidak bosan. Kita melakukan pendekatan pelayanan kesehatan dan komunikasi dengan pasien. Yaakita berupaya melakukan yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Asyik Indehoi, Pasangan Mesum di Tanah Laut Gelagapan Saat Diamankan
apahabar.com

Kalsel

PKK Tak Sekadar Label Sebuah Organisasi
apahabar.com

Kalsel

Tim Penilai Provinsi Kalsel Soroti Dua Kampung Tangguh di HSU
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Terduga Penyusup di Demo Banjarmasin Dipulangkan, 6 Tetap Ditahan
apahabar.com

Kalsel

Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT
apahabar.com

Kalsel

Menuju Pilkada Berkualitas, 25 PPK Bekerja 9 Bulan
apahabar.com

Kalsel

Polisi Sita Ratusan Gram Sabu Titipan Napi Teluk Dalam
apahabar.com

Kalsel

Setiap Dua Jam, Ruang Pelayanan di Polsek Kintap Disemprot Disinfektan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com