Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Kalsel

Rabu, 10 Juni 2020 - 16:09 WIB

Kecewa Birokrasi BPJS Kesehatan, Pemkab Batola Putus Hubungan Kerja

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menggelar jumpa pers untuk mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan BPJS Kesehatan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menggelar jumpa pers untuk mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan BPJS Kesehatan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Berawal dari kerumitan birokrasi untuk pengobatan bayi Aliqa Azzahra yang mengalami jantung bocor, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala memutuskan hubungan kerjasama sementara dengan BPJS Kesehatan.

Bayi berusia 3 bulan tersebut harus segera mendapatkan pertolongan, mengingat jantung putri kedua pasangan Najir dan Nurhidayani ini mulai membengkak.

Dalam upaya pengobatan, keluarga dari Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana itu terkendala biaya. Sementara proses mendapatkan BPJS juga terhalang sejumlah regulasi.

Situasi itulah yang membuat Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, tidak mampu menahan kekecewaan. Terlebih sejumlah solusi yang berusaha ditawarkan kepada perusahaan plat merah tersebut selalu dimentahkan.

Tidak cuma melalui Kantor Layanan Batola BPJS Kesehatan, solusi yang ditawarkan kepada Kantor Cabang Banjarmasin BPJS Kesehatan juga mendapat penolakan.

“Kami sudah berbagai cara agar bayi tersebut segera terdaftar sebagai anggota BPJS sebelum dirawat di RS Jantung Harapan Kita Jakarta, baik melalui skema no name no address maupun jalur mandiri,” ungkap Noormiliyani, Rabu (10/6).

Baca juga :  Pilkada Digelar di Tengah Pandemi, Bawaslu RI: Jangan Sampai Ada Klaster Baru

“Namun untuk situasi genting, kami tetap harus diminta menunggu aktivasi nomor registrasi sesuai regulasi-regulasi baku BPJS,” tegasnya.

Oleh karena BPJS enggan melunak dengan regulasi dan menolak usulan hitung mundur bulan registrasi, Noormiliyani menghentikan kerjasama dengan salah satu perusahaan plat merah tersebut.

“Mempertimbangkan situasi seorang bayi yang tidak bisa ditangani akibat aturan-aturan kaku, kami memutus hubungan kerjasama dengan BPJS lantaran tidak bisa melayani masyarakat Batola dengan benar,” seru Noormiliyani.

“Persoalan ini bukan sekali, tetapi sudah dua kali. Sebelumnya kami melakukan penggalangan dana internal terhadap dua warga yang mengalami jantung bocor dan semuanya dapat ditolong,” tambahnya.

Keputusan menghentikan kerjasama tersebut dianggap pilihan tepat guna menghindari pengulangan persoalan serupa di masa depan, “Persoalan ini tidak bisa didiamkan akan, sehingga dibutuhkan solusi. Semoga aksi kami diperhatikan pengambil kebijakan di pusat,” harap Noormiliyani.

Baca juga :  Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru

“Bagaimanapun kengototan mereka terlalu menyinggung rasa kemanusiaan, ketika seorang bayi berumur 3 bulan mengalami jantung bocor dan harus segera menjalani perawatan,” imbuhnya.

Seiring pemutusan kerjasama sementara dengan BPJS, masyarakat tetap dilayani menggunakan sejumlah dana alternatif, seperti ketika Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) belum dihentikan pemerintah pusat. Di sisi lain, pemutusan kerjasama tersebut tidak berkaitan dengan ASN di Batola.

“Keputusan kami juga menyangkut hak otonomi daerah dalam memutuskan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Apalagi selama ditangani Jamkesda, semuanya baik-baik saja tanpa persoalan seperti sekarang,” cecar Noormiliyani.

“Kendati demikian, pemutusan kerjasama ini bisa pulih seandainya persyaratan kami disetujui BPJS Kesehatan tanpa syarat apapun. Apabila tidak bisa dipenuhi, pemulihan kerjasama tidak pernah terjadi lagi,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Geger Temuan Tengkorak di HST, Polisi: Belum Ada Laporan Orang Hilang
apahabar.com

Kalsel

Ini Alasan Penjualan Daging Beku Sulit Berkembang di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Stand Up Comedy apahabar.com: Jelang Final, Finalis Demam Panggung
apahabar.com

Kalsel

Sekdaperov Kalsel Motivasi Peserta Diklatpim IV Angkatan ke-35
apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Banjar Kaya Destinasi Wisata, Kadisbudpar: Wisata Religi Paling Diminati
apahabar.com

Kalsel

Relawan Kebersihan Mulai Angkut Sampah
apahabar.com

Kalsel

Penyelamat Bekantan Asal Banua Raih Penghargaan Internasional
Penggalangan Dana untuk Cegah Corona Harus Transparan dan Terdata

Kalsel

Penggalangan Dana untuk Cegah Corona Harus Transparan dan Terdata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com