Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Kemarau Diprediksi Agustus, Tanah Bumbu Siaga

- Apahabar.com Selasa, 23 Juni 2020 - 15:20 WIB

Kemarau Diprediksi Agustus, Tanah Bumbu Siaga

Wakil Bupati Tanbu Ready Kambo. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Berdasarkan prakiraan cuaca tahun 2020 dari Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarbaru, puncak musim kemarau di Tanah Bumbu terjadi pada Agustus hingga Oktober 2020.

Potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan menjadi atensi pemerintah tahun ini.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Karhutla.

Rakor dibuka langsung Wakil Bupati Tanah Bumbu, Ready Kambo dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Mariani, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Eryanto Rais, Kodim 1022 Tanah Bumbu, Polres Tanah Bumbu, KPH Kusan, Manggala Agni, Camat, dan SKPD terkait.

Wakil Bupati, Ready Kambo, saat membuka rakor di Ruang Rapat Bersujud I, Selasa (23/6) mengatakan secara geografis Tanah Bumbu sangat rentan karhutla. Karenanya, seluruh elemen dan stakeholder terkait yang ada di Bumi Bersujud dituntut untuk siap siaga menghadapi dan menanggulangi bencana tersebut.

“Instansi terkait, baik pemerintah, TNI, Polri, swasta/dunia usaha, dan masyarakat harus saling bahu-membahu menanggulanginya,” tuturnya.

Langkah ini diambil karena sangat penting agar karhutla tidak menjadi bencana yang merugikan semua pihak.

Dia juga menyampaikan upaya penanggulangan bencana karhutla perlu ditangani secara komprehensif, multi sektor, terpadu, dan terkoordinasi.

“Melalui momentum ini, saya berharap adanya komitmen dukungan dan perhatian semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla di wilayah Tanah Bumbu sedini mungkin,” tegasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Eryanto Rais, menambahkan di Tanah Bumbu ada tujuh potensi bencana yang sering terjadi yaitu banjir, karhutla, angin puting beliung, gelombang pasang laut, tanah longsor, kekeringan, dan abrasi.

Terkait karhutla, Eryanto menilai penyebab utamanya adalah karena faktor alam dan juga faktor manusia.

“Minimnya kesadaran masyarakat terkait bahaya karhutla merupakan salah satu faktor penyebab karhutla, seperti pembakaran lahan untuk perkebunan dan pertanian,” sebutnya.

Eryanto menyebut berbagai upaya juga dilakukan pemerintah daerah, baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan untuk pencegahan dan penanganan karhutla.

Di antaranya pengumpulan data dan informasi kebencanaan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat melalui sosialisasi, serta melakukan rakor.

Kemudian membuat imbauan dan surat edaran untuk antisipasi kesiapsiagaan dan penanggulangan karhutla di seluruh kecamatan, dan mengaktifkan posko pengendalian karhutla serta upaya lainnya.

Editor: Puja Mandela

Reporter: Syahriadi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Hadapi Era Industri Digital, Relawan TIK Sudah Bisa Bikin Aplikasi
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Ada Pasar Murah untuk Pegawai Non ASN di Tanah Bumbu
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Antisipasi Wabah DBD, Camat Kuranji Sosialisasi ke Sekolah dan Desa
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

12.373 Warga Tanbu Terkena ISPA
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pantai Pagatan, Tempat Asyik Berakhir Pekan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Beras Lokal Pemkab Tanbu Segera Dipasarkan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Poskesdes Mattone Baru Diresmikan, Kadesnya Berharap Sepi Pasien
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Sudian Noor Serahkan Ambulans untuk Desa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com