Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Kematian Lebih Tinggi, Data Covid-19 di Banjarmasin Ditengarai Belum Sempurna

- Apahabar.com Kamis, 11 Juni 2020 - 21:26 WIB

Kematian Lebih Tinggi, Data Covid-19 di Banjarmasin Ditengarai Belum Sempurna

Jumlah kasus kematian di Banjarmasin dilaporkan selalu lebih tinggi ketimbah jumlah pasien sembuh. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Persentase angka kematian akibat Covid-19 di Banjarmasin masih menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Saking tingginya, angkanya sudah mengalahkan jumlah pasien sembuh atau 89 kasus banding 37 kasus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi membenarkan informasi demikian.

Namun data pasien sembuh perlu disempurnkan lagi berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Barangkali hingga saat ini laporan meninggal yang aktif tapi laporan sembuh kurang makanya kita perbaiki,” ujar Machli, Kamis (11/6).

Machli menerangkan langkah perbaikan tersebut seiring dengan kurangnya publikasi oleh rumah sakit (RS) rujukan pasien Covid-19.

Ada beberapa RS rujukan yang berdomisili di Banjarmasin. Hanya RSUD Ulin dan Dr H Moch Ansari Saleh dalam wewenang Pemprov Kalsel.

“Dan selama ini RS rujukan tak melaporkan data informasi ke Dinkes Banjarmasin,” ucapnya.

Meski begitu, lanjut Machli, Dinkes Banjarmasin tak bisa serta-merta mengintervensi RS milik Pemprov Kalsel.

“Yang kita mau, semua RS di Banjarmasin melaporkan data ke Dinkes setempat,” pungkasnya.

Machli menegaskan sudah pernah meminta sistem informasi data itu ke Pemprov Kalsel.

Ia yakin, jika semua RS rujukan di Banjarmasin memasok data ke pihaknya, angka pasien sembuh akibat Covid-19 bisa lebih tinggi.

Dilaporkan Kamis (11/6) ini saja, pasien asal Banjarmasin yang sembuh dan dipulangkan sebanyak 3 orang.

Kemudian Rabu kemarin (10/6), RSUD Dr H Moch Ansari Saleh mempulangkan 4 pasien sembuh.

“Dan itu tidak diekspose, jadi harusnya data ini berimbang,” tegas Machli.

Berdasarkan data hingga sekarang, pasien yang dalam perawatan mencapai 635 kasus.

Jumlah ini mengalami penambahan dari data sebelumnya yang hanya 613 kasus.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Kalsel Masuk Lima Besar Angka Kemiskinan Terendah

Kalsel

Duh, Pembuang Bayi di Landasan Ulin Rupanya Anak Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Kesbangpol Cegah Paham Radikal Masuk ke Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Cuncung H Maming Siap Maju di Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Tanpa Peringatan Dini, BMKG Lihat Potensi Hujan Lokal di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Mardani H Maming Dukung Penuh HIPMI Tanah Bumbu Kembangkan UMKM
apahabar.com

Kalsel

DAK Kementerian PUPR Dinilai Seret, Pembangunan Jembatan di Banjarmasin Tak Penuhi Target?
Mal Pelayanan Publik Batola

Kalsel

Dua Tahun Berjalan, Mal Pelayanan Publik Batola Belum Punya Akses Disabilitas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com