Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Kembali ke Pasar Marabahan, Pedagang Luar Batola Hanya Bisa Pasrah

- Apahabar.com Selasa, 16 Juni 2020 - 18:02 WIB

Kembali ke Pasar Marabahan, Pedagang Luar Batola Hanya Bisa Pasrah

Kecuali physical distancing, pengunjung Pasar Marabahan sudah memiliki kesadaran menggunakan masker. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Empat pekan lepas target, sejumlah pedagang dari luar Barito Kuala (Batola) mulai mengejar setoran di Pasar Marabahan, Selasa (16/6).

Selama dua kali pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Batola melarang pedagang dari luar berniaga di semua pasar, termasuk Pasar Marabahan.

Lantas seiring keputusan Batola tidak melanjutkan PSBB hingga jilid ketiga, larangan itupun tak berlaku lagi.

Pedagang luar pun kembali menggelar lapak di Pasar Marabahan seperti biasa, baik dari Banjarmasin maupun Hulu Sungai Selatan dan Tapin.

Namun setelah hampir empat pekan tidak berjualan di Marabahan, bukan berarti pendapatan yang diperoleh kembali normal.

“Setelah dua kali PSSB dan akhirnya kembali lagi, saya kehilangan sejumlah langganan. Kada kawa ae lagi,” papar Muhammad, pedagang gorden dari Banjarmasin.

Situasi serupa dirasakan Mariani yang berjualan pakaian wanita. Keuntungan penjualan pasca PSBB belum bisa dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya.

Setidaknya dalam PSSB jilid pertama, Mariani dan pedagang konveksi lain tidak sempat meraih keuntungan menjelang Idulfitri.

“Tentu saja merugi, karena tidak sempat berjualan sebelum hari raya. Sekarang pemasukan berkurang, karena pembeli juga tidak begitu banyak,” papar Mariani.

Sedianya Mariani merupakan pedagang Banjarmasin yang sudah empat tahun menetap di Handil Bakti.

Namun tetap saja wanita berusia 49 tahun ini tidak bisa berniaga di Pasar Marabahan, lantaran belum mengantongi KTP Batola.

“Saya baru mendapatkan surat domisili di Batola. Tetapi untuk berjualan selama PSBB, petugas pasar tidak menerima surat domisili,” beber Mariani.

Dalam beberapa pekan mendatang, pengunjung Pasar Marabahan berpotensi menurun.

Penyebabnya adalah Pasar Marabahan telah menjadi klaster penyebaran Covid-19, setelah 24 pedagang dikonfirmasi positif.

“Fakta itu memang membuat volume kerumunan di Pasar Marabahan sedikit menurun,” sahut Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, seusai meninjau situasi Pasar Marabahan.

“Di sisi lain kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan mulai membaik. Hanya segelintir orang yang belum memakai masker,” imbuhnya.

Meski kesadaran masyarakat meningkat, Pemkab Batola masih berusaha menekan angka penyebaran Covid-19 di Pasar Marabahan.

“Masalah yang agak sedikit susah dipecahkan adalah physical distancing. Tidak cuma Pasar Marabahan, tetapi hampir semua pasar,” beber Rahmadi.

“Sesuai petunjuk Bupati Batola, akan dilakukan pengurangan pedagang bergilir. Pedagang diberi penomoran dan berjualan dengan sistem ganjil genap. Rencana ini masih dimatangkan, sembari sosialisasi dengan pedagang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Buruh Lanjut Usia di Kelayan Nekat Edarkan Sabu
apahabar.com

Kalsel

HUT ke-19 Sanggar Musik Antasari UIN Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sosialisasikan Inpres Bahaya Narkoba, BNNK Banjarmasin Sasar Diskominfo
apahabar.com

Kalsel

Siang dan Malam Ini, BMKG Prakirakan Kandangan Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Pagi Cerah Berawan, Begini Cuaca Kalsel Siang Nanti
apahabar.com

Kalsel

Resmi Dilimpahkan, Oknum ASN Kotabaru Pelanggar Pemilu Segera Diadili
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS! Mayat di Gubuk Gegerkan Haur Kuning
apahabar.com

Kalsel

Korsleting Listrik, Jemaah Haul Guru Sekumpul Panik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com