Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Kemenhub Hapus Aturan Pembatasan Penumpang 50 Persen

- Apahabar.com Selasa, 9 Juni 2020 - 12:28 WIB

Kemenhub Hapus Aturan Pembatasan Penumpang 50 Persen

Sejumlah penumpang dengan mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan di Stasiun Gambir, Jakarta. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghapus ketentuan soal pembatasan penumpang pada transportasi umum dan kendaraan pribadi sebanyak 50 persen dari kapasitas.

Ha itu tertuang dalam aturan baru soal pengendalian transportasi guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah mengesahkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.41/2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan No. 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Senin (8/6).

Salah satu revisinya, yakni pada pasal 11 yang mengubah besaran kapasitas maksimal dari jumlah penumpang angkutan umum yang menghilangkan klausul maksimal kapasitas 50 persen.

“Kendaraan bermotor umum berupa mobil penumpang dan mobil bus dilakukan pembatasan jumlah penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik,” tulis peraturan tersebut seperti dilansir bisnis.com, Selasa (9/6).

Perubahan jumlah kapasitas maksimal dari moda transportasi umum ini berlaku untuk seluruh moda yakni moda darat, laut, udara, kereta api serta penyeberangan.

Menhub menghapus klausul besaran angka maksimal jumlah kapasitas penumpang dari seluruh moda.

Pasal yang mengatur besaran kapasitas tersebut yakni pasal 11, 12, 13 dan 14. Seluruh besaran maksimal kapasitas penumpang pun dihilangkan dari pasal-pasal tersebut.

Adapun pembatasan jumlah penumpang pada seluruh sarana transportasi akan ditentukan kemudian oleh Menteri Perhubungan.

Ini artinya, besaran kapasitas penumpang ini dapat lebih besar dari sebelumnya ketika masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang hanya 50 persen.(Bis)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Triwulan Ketiga 2019, Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp15,12 Triliun

Ekbis

Jelang Rilis Data Cadangan Devisa, Hari Ini IHSG Diramal Menguat
apahabar.com

Ekbis

Bila Banjarmasin di-PSBB, Hanya Dua Pasar yang Buka
apahabar.com

Ekbis

Kanwil DJP Kalselteng Targetkan Rp15,8 Triliun Penerimaan Pajak 2019
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan Huawei Malah Naik
apahabar.com

Ekbis

Mulai Mei, BNI Turunkan Bunga Tagihan Kartu Kredit Jadi 2 Persen
apahabar.com

Ekbis

Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Banjarmasin, Dewan Siap Turun Tangan
apahabar.com

Ekbis

Beberapa Bulan Terpuruk, Saham China Mulai Bangkit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com