Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas!

Keributan Pasien Reaktif Viral, Wabup Tala Ungkap Pemicunya

- Apahabar.com Jumat, 5 Juni 2020 - 22:24 WIB

Keributan Pasien Reaktif Viral, Wabup Tala Ungkap Pemicunya

Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman meluruskan keributan pasien reaktif di eks Rumah Sakit Haji Boejasin Pelaihari. Foto-Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Video keributan pasien reaktif Covid-19 di eks Rumah Sakit Haji Boejasin Pelaihari viral di media sosial (medsos). Hal ini disikapi Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman.

Menurutnya, itu karena pasien didalam sempat terprovokasi dengan adanya pasien dinyatakan positif dari hasil Swab. Mau dipindahkan sempat menolak, namun akhirnya melunak dipindah. “Inilah yang memicu adanya reaksi dengan pasien lain di dalam. Tapi sekarang sudah reda,” kata Abdi Rahman.

18 Pasien awalnya reaktif dari hasil swab positif terpapar Covid-19 kini dipindah ke Balai Diklat Hutan Kota khusus pasien Covid-19.

“Jadi itu semua berawal pemindahan pasien 18, ada satu orang menolak. Ia memaksa petugas memperlihatkan bukti hasil swab kalau ia positif,” katanya.

Abdi menuturkan, pihak tidak bisa memenuhi permintaan itu sebab hasil swab itu didapat lewat WA yang dikirim dari LAB Banjarbaru. Pada waktu itu info pihaknya dapat tengah malam.

“Kemudian lalu kami tindaklanjuti kita sampaikan hasilnya. Namun salah satu pasien tidak percaya jika dirinya positif dari hasil swab. Pasien yang lain terpancing lalu terjadi keributan kecil dan sempat ramai di medsos,” ujarnya.

Pihaknya paham, ada yang tertekan semakin lama semakin tertekan. Bahkan petugas pun demikian, semakin lama dirawat maka kinerja petugas bertambah.”Namun demikian kita tidak jangan menyerah, ini adalah wabah. Bukan kehendak kami tetap harus kita cegah agar tidak semakin parah,” paparnya.

Memang tidak ada kenikmatan dan kenyamanan dengan kondisi dirawat seperti ini. Selain masyarakat umum, tekannya, banyak petugas juga tertekan. Bahkan ada juga positif.

“Namun ini harus kita lakukan. Caranya rapid tes Hasilnya terlihat banyak yang reaktif. Itu semua merupakan tracking dari pasien yang positif,”katanya.

Jadi kita tidak sembarangan tracking, itu ada riwayatnya. Sehingga dilakukan rapid test di beberapa titik dan dilakukan isolasi terpusat bagi yang reaktif di Eks Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari.

Memang yang menjadi persoalan saat ini hasil Swab telat keluar. Awalnya 3 hari sudah bisa diketahui hasil Swab-nya sekarang agak lama. Sebab 13 Kabupaten dan kota di Kalsel mengirim ke Lab Banjarbaru Bahkan Kalimantan Tengah juga melakukan Swab di Lab Banjarbaru, pun demikian Kaltim juga sempat memanfaatkan Lab Banjarbaru. Akhirnya Hasil Swab menjadi lama bisa sampai 14 hari.

“Belum lagi di Kalimantan Selatan semua melajukan Rapid test massal untuk memutus mata rantai Convid-19,” katanya.

Apalagi isolasi mandiri standar tidak melibatkan orang banyak belum bisa dijalankan. “Kami juga mau cepat bahkan habis rapid reaktif langsung lepas namun kondisi saat ini yang terpapar Corona naik grafiknya. Jadi harus kita berikan solusi dan tekniknya,” kata Abdi.

Ia menekankan ada kebijakan kedepan reaktif dan tidak bergejala batuk dan demam serta sesak kami beri kesempatan isolasi mandiri di rumah. “Tapi otomatis ini soal pelayanan makan minum menjadi tanggung jawab diri sendiri dan keluarga kehidupan sehari-hari menjadi tanggung jawab keluarga. Kalo isolasi terpusat yang gizi, vitamin dan maka terjamin.

Isolasi mandiri juga tidak serta merta bisa dilakukan lantaran kuatir jadi masalah. Ada dasarnya, misalnya ada tanda tangan penjamin RT dan kades setuju begitu juga soal lingkungan bisa menerima dan tidak ada penolakan. “Kalau itu semua terpenuhi maka tidak masalah bisa dilakukan isolasi mandiri,” tutupnya.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kala Cempaka Jadi Pertambangan Rakyat: Aman Menolak, Walhi Usulkan Kajian Menyeluruh
apahabar.com

Kalsel

Rizky Febian: Saya Ciptakan Lagu Ini untuk Mereka yang Tersakiti Cintanya

Kalsel

Catatan Sejarah (2); Berhasil ‘Mendayung’ Jukung ke Pentas Dunia, Erik Petersen Mualaf dan Menikahi Wanita Banjar
apahabar.com

Kalsel

Cara Baru Kegiatan Belajar di SMKPPN Paringin, Orangtua Berbaur di Kelas
apahabar.com

Kalsel

Geger, Maling Helm di Kantor DPRD Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Breaking News..!! Pengemudi Diduga Mabuk, Sedan Seruduk Dua Pemotor hingga Tewas
apahabar.com

Kalsel

Gang Banjar, Eks Pengasingan Ratu Zaleha di Bogor Dibeli Saudagar Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sekolah di Tapin Terendam, Siswa Diliburkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com