Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Kisruh Pembongkaran Baliho, Polisi Periksa Eks Kasat Pol PP Banjarmasin

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:36 WIB

Kisruh Pembongkaran Baliho, Polisi Periksa Eks Kasat Pol PP Banjarmasin

chwan Noor Chalik saat masih menjabat pelaksana tugas kepala satuan polisi pamong praja Banjarmasin. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kisruh pembongkaran baliho di sepanjang Jalan Ahmad Yani Banjarmasin bergulir ke meja penyidik.

Setelah dicopot dari jabatannya, Ichwan Noor Chalik eks kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Banjarmasin kini diperika penyidik Polda Kalsel.

Pemeriksaan itu merespons laporan pelapor atas nama sejumlah Pengusaha Advertising Banua Kalsel.

“Sudah (menerima laporan, red),” ucap Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochammad Rifai kepada apahabar.com, Sabtu (27/6) siang.

Ichwan diperiksa sebagai terlapor, tepatnya pada Jumat (26/6) kemarin. Pemeriksa kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin itu penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum).

“Kita telah melakukan penyelidikan, kalau sudah cukup bukti, maka akan kita naikkan ke tahap penyidikan,” tegas Rifai.

Polisi berpangkat melati tiga ini belum bisa memastikan kapan waktu pemanggilan Ichwan Noor Cholik selanjutnya.

“Kita masih belum bisa memastikan, nanti akan kita jadwalkan,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Ichwan sendiri belum merespons pertanyaan yang dilayangkan wartawan apahabar.com.

Sempat dikonfirmasi sebelumnya, Ichwan tampak tak ambil pusing soal pelaporan itu.

Ichwan mempersilakan para pengusaha advertising itu untuk melapor. Ia beranggapan izin sejumlah reklame telah kedaluwarsa sejak akhir 2018. Kemudian infrastruktur bangunan reklame berada di atas tanah negara.

Reklame milik para pengusaha itu dianggap melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomo 20 tahun 2010, dan Undang-Undang Lalu Lintas, serta Perda 2014 dan Peraturan Wali Kota tahun 2016.

Maka, pembongkaran belasan baliho pun dilakukan, Jumat (19/6) dini hari. Kemarin, puing atau bangkai sisa material baliho yang sepekan dibiarkan di tepi jalan provinsi itu dibersihkan.

Di sisi lain, APPSI Kalsel merasa pihaknya telah dizalimi oleh Ichwan sebagai oknum pejabat publik hingga terpaksa menempuh jalur hukum.

“Kami sudah ada kesepakatan dengan wali kota untuk memberikan waktu bagi pengusaha mengubah bentuk baliho sembari menunggu berakhirnya kontrak iklan. Jadi, notulen rapat dari kesepakatan secara otomatis menggugurkan surat peringatan,” ujarnya Winardi Setiono, Ketua APPSI Kalsel, seperti diwartakan sebelumnya, Senin (22/6) kemarin.

Lewat penguasa hukumnya, Winardi bilang pihaknya harus merugi Rp8,9 miliar dari rusaknya baliho yang dibongkar.

“Terlapor diduga melanggar Pasal 406 KUHP tentang perusakan serta dijerat juga dugaan pencurian, karena ada beberapa alat aluminium dari bahan baliho hilang,” katanya Hotman N Simangunsong, Kuasa Hukum pelapor.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Kecelakaan Maut di Batola, Pelakunya Positif Narkoba
apahabar.com

Hukum

Polres Tanbu Hentikan Penyidikan Pencurian yang Dilakukan Anak di Bawah Umur
apahabar.com

Hukum

BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Menyerahkan Diri
apahabar.com

Hukum

Anggota Tubuh Rentan Bermaksiat, Apa Maksiatnya Kaki?
apahabar.com

Hukum

Tak Terima Dikeroyok, Pelajar di Muara Teweh Mengamuk dengan Sebilah Parang
apahabar.com

Hukum

Operasi Anti-Narkotika di Banjarbaru, 39 Pelaku Ditangkap
apahabar.com

Hukum

153 Warga Binaan Rutan Rantau Dapat Remisi di Hari Lebaran
apahabar.com

Hukum

Dua Kurir 255 Gram Sabu dan 1000 ButirĀ Ekstasi Jalani Sidang Perdana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com