Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

KPw BI Kalteng Dorong Penggunaan Marketplace

- Apahabar.com Jumat, 26 Juni 2020 - 19:55 WIB

KPw BI Kalteng Dorong Penggunaan Marketplace

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Rihando. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Tengah, Rihando mendorong agar penggunaan marketplace untuk menjaga roda perekoniam masyarakat di saat pandemi Covid-19 sekarang.

Menurutnya flatprom market place sangat membantu dalam segala aktivitas masyarakat yang serba keterbatasan dan harus memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi.

Dengan begitu, marketplace sebagai perantara antara pedagang pasar dengan masyarakat, KPw BI Kalteng sangat berharap permintaan tetap ada.

“Dengan memudahkan masyarakat memilih kebutuhan belanja lewat ponsel lalu pasokan di pasar termonitor dengan baik karena sudah terintegasi dalam satu platform,” kata Kepala KPw BI Kalteng, Rihando, Jumat (26/6).

Disamping itu, menurutnya Pemprov Kalteng dapat mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar untuk mengembangkan platform tersebut untuk mengakomodasi permintaan masyarakat.

Karena lanjutnya, pemberdayaan Usaha Mikra Kecil dan Menengah (UMKM) dalam upaya menjaga eksistensi dan keberlangsungan bisnisnya, diperlukan penciptaan permintaan baru.

Upaya menciptakan permintaan dapat dilakukan melalui himbauan kepada aparatur sipil negara, instansi, dan perbankan di daerah untuk menggunakan produk-produk lokal/UMKM.

“Baik kerajinan seperti kain, batik atau tenun dan makanan dalam mendukung pelaksanaan tugas di masa pandemi”, ujarnya.

Hal ini dapat menolong kondisi usaha UMKM di Kalteng, dan memberikan kepastian usaha sehingga meminimalisir dampak ekonomi dari menurunnya permintaan masyarakat pada masa pandemi.

Menurut Rihando, usaha untuk stimulus roda perekonomian sektor perdagangan, hotel, restoran, dan transportasi merupakan beberapa sektor yang paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.

Untuk itu dbutuhkan kebijakan-kebijakan yang dapat menjadi stimulus agar kondisi usaha sektor tersebut dapat kembali bangkit pasca pandemi.

Insentif pajak merupakan salah satu opsi stimulus yang dapat dilakukan untuk memberikan relaksasi terhadap biaya operasional yang tertekan pada masa pandemi.

Disamping itu socical safety net berupa dana bantuan usaha untuk pelaku UMKM dan pekerja harian juga dapat diberikan untuk memperbaiki pendapatan.

Berdasaran data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), penutupan Pasar Besar selama tiga hari tidak berpengaruh signifikan terhadap kenaikan harga pangan di Kota Palangka Raya.

Permintaan masyarakat yang tetap stabil, dan persediaan yang memadai dari pasar lainnya yakni Pasar Kahayan menjadi faktor yang dapat meredam risiko naiknya harga pada masa penutupan Pasar Besar.

Namun demikian, penutupan pasar dalam waktu yang lebih panjang berpotensi mempengaruhi harga, apabila permintaan masyarakat di atas normal. Sementara pasar lainnya tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: Ahc23 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kalimantan Utara Topang 0,74 Ekspor Nasional, Lampaui Yogya dan Sulut
apahabar.com

Ekbis

Tol Layang Japek II Dapat Percepat Waktu Tempuh
apahabar.com

Ekbis

Cek Tagihan Listrik PLN Bisa via Online, Berikut Caranya
apahabar.com

Ekbis

Pasar Wadai di Banjarbaru Tiada, Uang Muka Lenyap?
apahabar.com

Ekbis

Kabar Gembira, PLN Diskon Tambah Daya via Gebyar Kemerdekaan 2020
apahabar.com

Ekbis

Kereta Api Tabalong-Banjarmasin, Ditjen Perkeretaapian: Gunakan Rel Tunggal
apahabar.com

Ekbis

Tips Bisnis Kuliner Online Sederhana yang Menjanjikan
apahabar.com

Ekbis

Produk Plastik Bakal Kena Cukai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com