Hari Tahu Sedunia: Walhi Kalsel Desak Pemerintah Buka-bukaan soal Kontrak Tambang Raksasa Kilang Minyak Rp300 Triliun di Kotabaru Masih Angan-Angan Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Ribut-Ribut Salah Tangkap Mahasiswa HMI Barabai Berakhir Antiklimaks Tinjau Penataan Sekumpul, Dirjen Cipta Karya Ngomel-Ngomel!

Kronologi Penyerangan Polsek Daha Selatan Versi Warga

- Apahabar.com     Senin, 1 Juni 2020 - 14:30 WITA

Kronologi Penyerangan Polsek Daha Selatan Versi Warga

Sejumlah aparat berpakaian sipil dan preman masih menjaga ketat area masuk ke Mapolsek Daha Selatan, Senin siang. Foto-apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Daha Selatan diserang. Seorang pelaku dan polisi dilaporkan tewas.

Penyerangan brutal itu terjadi pada Senin (1/6) dini hari sekitar pukul 02.15.

Pelaku lebih dulu membakar sebuah mobil patroli yang parkir di halaman Mapolsek sebelum merangsek masuk.

“Orang itu masuk ke dalam membabi buta melukai petugas dengan sabetan parang,” ujar salah seorang warga yang rumahnya hanya selemparan batu dari Mapolsek Daha Selatan.

Saat penyerangan terjadi, Mapolsek dijaga oleh tiga personel piket. Yakni, Brigadir Leonardo Latupapua, Brigadir Djoman Sahat, dan Bripda M Azmi.

Sekitar pukul 02.15, Bripda Azmi mendengar keributan di ruang SPKT dari ruangan ruangan Unit Reskrim.

Selang kemudian, Bripda Azmi mendapati Brigadir Leonardo sudah bersimbah darah dengan luka bacok.

Bripda Azmi mendatangi Brigadir Sahat untuk meminta pertolongan. Bersama-sama, keduanya lalu mendatangi ruang SPKT.

Tak dinyana, pelaku mengejar keduanya dengan samurai. Keduanya putar badan lalu berlari ke ruang unit intelijen dan pembinaan masyarakat.

Di sana mereka berdua mengunci pintu sambil meminta bantuan ke Polres HSS via telepon.

“Satunya polisi, kabur lewat jendela, terjun berenang, kebetulan di belakang Polsek, sungai kan daerah rawa,” ujarnya.

Sampai bantuan datang, pelaku tertahan di ruangan Unit Reskrim hingga akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan petugas gabungan dari Polres HSS, sekitar pukul 04.10.

“Suara letupan tembakan beberapa kali kami dengar,” ujarnya,

Brigadir Leonardo, kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) itu dilaporkan gugur akibat serangan itu.

“Dia berhadapan langsung dengan tersangka makanya banyak luka jahitan,” jelasnya usai melayat.

Sejumlah barang bukti turut diamankan polisi. Antara lain, samurai, sebuah bendera berwarna hitam, dan secarik surat.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol M Rifai mengatakan kepolisian masih melakukan pendalaman.

“Kejadiannya betul dan mohon waktu kita masih di tempat kejadian perkara melakukan pendalaman,” ujar Rifai kepada apahabar.com, pagi tadi.

Pantauan media ini di lokasi kejadian, sejumlah aparat berpakaian sipil dan preman masih menjaga ketat area masuk ke Mapolsek Daha Selatan.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Muhammad Fauzi Fadilah dan Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Resmi, Natanegara Pimpin Kakanwil Kemenkumham Kalsel
apahabar.com

Kalsel

8 Komika Melaju ke Final Stand Up Comedy apahabar.com

Kalsel

Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pemkab HSS 2020 Disetujui
apahabar.com

Kalsel

Rapid Test di DPRD Batola, 2 Orang Reaktif

Kalsel

Sambut HUT Bhayangkara ke-75, Polres Tanbu Bagikan Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Kena Imbas Covid-19, HMR Bantu Atlet Difabel Kalsel
Herd Immunity

Kalsel

Kejar Herd Immunity, Pemprov Kalsel Tambah Sasaran Vaksinasi Covid-19
Banjarbaru

Kalsel

BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com