Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel Akhir Februari Seluruh Nakes di Kalteng Sudah Divaksin Covid-19 Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah Kadinkes Banjarmasin Covid-19, Sekretaris Gantikan Lurah Pemurus BREAKING NEWS! Calon Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Meninggal Terpapar Covid-19

Lakukan 4 Hal Ini Saat Kolesterol Naik

- Apahabar.com Minggu, 14 Juni 2020 - 06:30 WIB

Lakukan 4 Hal Ini Saat Kolesterol Naik

Ilustrasi kolesterol. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang berolahraga? Bersiaplah jika kadar kolesterol meningkat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Franciscus Ari menyarankan gaya hidup sehat, salah satunya berolahraga untuk mengurangi kolesterol. Minimal berolahraga adalah 30 menit dalam 4-6 kali seminggu.

Kegiatan yang disarankan meliputi jalan cepat, bersepeda statis maupun berenang, tutur dia dalam siaran persnya, Sabtu (13/6).

Kedua, terapi nutrisi. Anda disarankan menerapkan diet rendah kalori yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, dan daging tanpa lemak.

Kemudian, berhentilah merokok. Sejumlah penelian menunjukkan, merokok memiliki efek negatif pada kadar HDL dan rasio LDL/HDL.

Menurut Ari, berhenti merokok minimal 30 hari dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan.

Terakhir, sebaiknya kurangi asupan alkohol untuk membantu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar HDL.

Penentuan target dalam terapi memperbaiki kadar lemak darah akan berbeda dengan orang lainnya. Salah satunya ditentukan ada atau tidaknya faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Ari mengatakan, pada kelompok orang tertentu, perubahan gaya hidup mungkin saja cukup untuk memperbaiki kadar lemak darah. Sedangkan pada kelompok lain, diperlukan terapi penanganan dengan bantuan obat-obatan.

Dokter akan meresepkan obat kolesterol yang sesuai dengan kondisi lemak darah, karena masing-masing obat memiliki cara kerja berbeda. Sebagian besar obat kolesterol memiliki target pada penurunan kadar LDL, dan sebagian lain pada penurunan kadar trigliserida, dan peningkatan kadar HDL.

Untuk itu, diperlukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan terapi yang tepat. Mulailah memeriksa kadar lemak darah, bila sudah menginjak usia 40 tahun.

Pemeriksaan juga mulai dapat dilakukan pada usia lebih muda, bila Anda memiliki faktor risiko penyakit darah tinggi, diabetes, obesitas, dan atau kebiasaan merokok.

Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memantau kadar lemak darah secara berkala, baik pada hasil kolesterol yang tinggi ataupun normal sekalipun.

Mereka yang mengalami gangguan metabolisme kolesterol membutuhkan pemeriksaan yang lebih sering, umumnya setiap dua sampai tiga bulan sekali. Gangguan metabolisme lemak darah bisa disebabkan gaya hidup, adanya penyakit lain yang memicu kenaikan kadar lemak darah seperti penyakit hormon tiroid, gangguan ginjal, diabetes melitus, atau karena faktor genetik (keturunan).(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Masa Karantina Mandiri, Diana Rikasari Ubah Baju Lama Jadi Baru

Gaya

Program Naikkan Berat Badan, 5 Buah Ini Bisa Membantu
apahabar.com

Gaya

Menakjubkan, Alasan di Balik Kemampuan Berbicara dalam Hati
apahabar.com

Gaya

Microsoft PHK Puluhan Jurnalis, Diganti AI
apahabar.com

Gaya

Melahirkan di Tengah Pandemi, Simak Cara agar Bayi Tak Terinfeksi Virus Corona
apahabar.com

Gaya

Studi: Jaga Asupan Air Minum Agar Hati Senang
apahabar.com

Gaya

Pindah Rumah Bikin Ribet, Intip 5 Persiapan Berikut
apahabar.com

Gaya

Instagram Akan Peringatkan Pengguna Soal Unggahan Menyinggung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com