Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Lawan Pandemi, Jokowi Minta Masyarakat Gotong Royong dan Tetap Waspada

- Apahabar.com Rabu, 24 Juni 2020 - 13:38 WIB

Lawan Pandemi, Jokowi Minta Masyarakat Gotong Royong dan Tetap Waspada

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Hafidz Mubatrak A/Pool

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat agar menjaga kekompakan dan saling bergotong royong melawan pandemi virus corona baru (Covid-19) saat ini.

Ia mengatakan, ancaman penularan covid hingga kini pun masih ada.

Bahkan di sejumlah daerah, angka kenaikan kasus baru juga semakin tinggi. Karena itu, Jokowi meminta masyarakat agar tetap waspada dan bersatu menghadapi pandemi ini.

“Tapi kita juga tetap waspada, saya ingin mengulang lagi, Indonesia adalah bangsa yang besar dan berjaya dengan gotong royong, dengan kekompakan, dengan solidaritas antarmasyarakat sebagai modal utama. Bersama kita saling menjaga, bersatu kita bisa,” kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (24/6).

Jokowi pun meminta agar masyarakat terus menjalankan kedisiplinan mengikuti protokol kesehatan dan berbagai anjuran dari pemerintah yang sering disampaikan. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan dan juga rajin mencuci tangan.

Ia juga meminta agar masyarakat saling mengingatkan satu sama lainnya untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Saya minta juga agar masyarakat saling mengingatkan untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini yang harus terus kita lakukan harus menjadi kebiasaan baru kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, pemerintah telah memiliki sistem informasi yang terintegrasi yakni bersatu lawan covid, yang berfungsi sebagai navigasi negara dalam memahami perkembangan covid yang selalu berubah setiap harinya.

Melalui sistem ini, lanjut Jokowi, pemerintah bisa menentukan zonasi tingkat penularan covid serta mengetahui berapa daerah yang status keamanannya telah berubah.

“Dengan sistem ini juga kita bisa mengetahui berapa kabupaten, berapa kota, berapa provinsi yang berubah statusnya dari hijau menjadi kuning, dari hijau menjadi oranye, hijau menjadi merah. Atau sebaliknya berubah dari merah menjadi oranye, dari merah menjadi kuning, dan dari merah menjadi hijau,” jelas dia.

Berdasarkan data-data tersebut, pemerintah memutuskan kebijakan terhadap sebuah daerah yang ingin menjalankan tahapan new normal. Sehingga, kata dia, keputusan new normal itupun diambil berdasarkan berbagai pertimbangan.

“Prakondisinya seperti apa, kemudian setelah prakondisi, timingnya kapan, kemudian juga prioritasnya di sektor apa, semuanya berdasar data-data yang kita miliki… Dan kita semakin optimis karena datanya semakin baik,” ungkap Jokowi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Puskesmas Diperkuat Bantu Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Puspomad Temukan Proyektil Senpi di Lokasi Penusukan Babinsa
apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Kabut Asap, 7 Penerbangan di Syamsudin Noor Delay!

Nasional

Mencekam, Buaya Seret Penambang Pasir di Depan Saudaranya
apahabar.com

Nasional

Saksi Benarkan Adanya Money Politics dari Caleg di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Innalillah, Sempat Viral Lantaran Tidur Setahun Bayi Shaka Kini Telah Tiada
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut 2 Orang di Indonesia Positif Virus Corona
apahabar.com

Nasional

BJ Habibie Pergi, Wali Kota Banjarmasin Ikut Berduka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com