Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Legislator Kalsel Perjuangkan Batola dan Tanbu Masuk Food Estate di Indonesia

- Apahabar.com Senin, 29 Juni 2020 - 10:26 WIB

Legislator Kalsel Perjuangkan Batola dan Tanbu Masuk Food Estate di Indonesia

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalsel I, Rifqinizamy Karsayuda. Foto-dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda turut mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menghadirkan Food Estate atau daerah yang ditetapkan sebagai penyangga pangan nasional. Food estate sendiri masuk dalam salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2019-2024.

Rifqi mendorong kawasan transmigrasi yang telah direncanakan pemerintah sebagai bagian dari daerah Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) agar benar-benar dipersiapkan dengan matang.

“Program serupa pernah gagal di era Orde Baru, yakni melalui Program Lahan Sejuta hektar. Di luar kendala-kendala teknis masa lalu yang saat ini sedang dibenahi Kementerian PUPR dan Kementerian Lainnya. Saya optimis, karena para transmigran yang berada di kawasan tersebut memiliki etos kerja yang sangat baik. Ini modal kita mengelola Program Food Estate saat ini,” tegas legislator asal Kalimantan Selatan ini.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga terus berusaha mendorong kawasan transmigrasi lainnya di Kalimantan agar dijadikan daerah penyangga pangan nasional.

Di antaranya seperti wilayah transmigrasi Kalsel, yakni Batola dan Tanah Bumbu.

“Kebijakan presiden untuk memindahkan ibu kota negara ke Kaltim harus diikuti dengan kesiapan Kalimantan secara keseluruhan sebagai penyangga pangan nasional. Akan sangat ironis, jika mobilitas demografi akibat hadirnya ibu kota negara baru tak diikuti oleh kesiapan wilayah itu menyediakan pangan bagi Ibukota negara dan nasional di masa mendatang. Secara ekonomis akan sangat mahal, jika sumber pangan harus didatangkan dari luar Kalimantan,” tegas Rifqi.

Rifqi meyakini, keterlibatan kawasan transmigrasi lain di Kalimantan mampu menghadirkan ketahanan pangan nasional.

“Daerah Food Estate di Kalteng yang notabene berada di lahan Gambut akan sulit memenuhi produksi berbagai jenis pangan, akibat keterbatasan karakteristik lahannya. Karenanya melibatkan daerah lain di Kalimantan menjadi sangat rasional. Kenapa harus di daerah trasmigrasi? Selain mudah diawasi dan dikelola oleh pemerintah melalui Kementerian Desa dan PDTT, secara kultural, para transmigran juga memiliki produktivitas yang baik,” bebernya.

Rifqi menegaskan akan memberikan dukungan kebijakan dan anggaran di APBN 2021 untuk program ini.

“Saat ini, kami tengah membahas RKA dan RKP Kementerian atau Lembaga, termasuk Kementerian Desa dan PDTT yang merupakan Mitra Kerja Komisi V DPR RI. Ini adalah pembahasan awal APBN 2021,” pungkas Sekretaris Kelompok Komisi (Poksi) V Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dari Negara Serikat ke Negara Kesatuan: Memori Lahirnya Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 1950
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Dampak Kabut Asap di HSU, BPBD Kalsel Bagikan 2.000 Masker
Polsek Kapuas Murung

Kalsel

Polsek Kapuas Murung Imbau Setop Tambang Ilegal
apahabar.com

Kalsel

Gegara Covid, Pemusnahan Ranjau Aktif di Kotabaru Resmi Diundur
apahabar.com

Kalsel

25 September, Salat Istisqa Di Lapangan 5 Desember Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Kembali Melandai, Pasien Sembuh Covid-19 Tanbu Terus Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Panel MCB Listrik RS Haji Boejasin Hilang Dicuri
apahabar.com

Kalsel

2 Hari Lagi, Pendaftaran Jalur Mandiri ULM Ditutup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com