Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Letkol Arm Siswo Budiarto: Jangan Paksa Buka Pesantren

- Apahabar.com Senin, 15 Juni 2020 - 10:36 WIB

Letkol Arm Siswo Budiarto: Jangan Paksa Buka Pesantren

Wakil Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banjar Letkol Arm Siswo Budiarto. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menegaskan kegiatan di pondok pesantren masih belum boleh dilakukan. Hal ini diyakini sekolahan, pesantren, dan tempat pendidikan lainnya rawan menjadi lokasi penularan Covid-19.

“Itu tidak boleh (ponpes dibuka), kemarin kami bersama sejumlah stackholder mengunjungi Pondok Pesantren Modern Darul Hijrah Putra Cindai Alus, Martapura untuk membahas ini, kalau dibiarkan (buka) nanti kasusnya akan naik,” kata Wakil Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banjar Letkol Arm Siswo Budiarto kepada apahabar.com di Martapura belum lama ini.

Menurut Letkol Arm Siswo Budiarto, membuka Ponpes bukan tindakan bijaksana. Bahkan, kata dia, kebijakan rapid test juga tidak cukup. Begitu pun dengan protokol kesehatan, tidak cukup. Selain itu, ribuan santri diprediksikan akan datang dari segala penjuru Kalimantan.

“Apalagi di Martapura ini masih banyak pesantren yang belum memiliki layanan kesehatan mumpuni. Termasuk fasilitas dan sarana-prasarana yang aman, sehat bagi anak, dan sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19,” tuturnya

Dia juga meminta agar proses pembelajaran secara tatap muka langsung di pesantren dalam kondisi new normal ditunda terlebih dahulu. Terlebih jika pesantren belum memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19. Apalagi saat ini kasus-kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan masih tinggi.

“Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan santri harus menjadi prioritas utama agar pembukaan belajar tatap muka tidak menghadirkan kloster baru,” tutupnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Eddy Andriyanto - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ratusan Pelanggar Prokes Terjaring di Banjarbaru, Terbanyak Kaum Milenial
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tabalong Bertambah Lagi
apahabar.com

Kalsel

Relawan Kebersihan Mulai Angkut Sampah

Kalsel

Demo Omnibus Law Jilid II Banjarmasin, Sejumlah Pelajar Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Sasar Pasar Pemarang Tanjung, Satpol PP Tabalong Jaring 4 Warga Tanpa Masker
Satu Mahasiswa ODP, ULM Perpanjang Kuliah Online

Kalsel

Satu Mahasiswa ODP, ULM Perpanjang Kuliah Online  
apahabar.com

Kalsel

2018 Rp 5,5 Miliar, Kerugian Banjir Tanbu Tahun Ini Kemungkinan Lebih Besar
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul Bebas Atribut Politik, Simak Amanah Keluarga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com