Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Marak Saat Pandemi, Perlukah Pesepada Diatur Lewat Perda?

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juni 2020 - 05:40 WIB

Marak Saat Pandemi, Perlukah Pesepada Diatur Lewat Perda?

Ilustrasi pesepada. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Dinilai makin marak saat pandemi Covid-19 sekarang, perlukah pesepeda diatur melalui Perda?

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menilai perlu.

“Saya terus terang, sepeda harus diatur, apakah dengan peraturan menteri atau peraturan pemda, bupati atau gubernur,” kata Dirjen Budi Setiyadi dalam diskusi virtual di Jakarta.

Budi menjelaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, sepeda termasuk dalam kategori kendaraan tidak digerakkan oleh mesin.

Pasalnya lanjut dia, sepeda masuk dalam kelompok bukan kendaraan bermotor, sehingga pengaturannya berada di pemerintah daerah.

“Kami akan mendorong aturan ini di daerah, minimal dengan mulai menyiapkan infrastruktur jalan, DKI, Solo, Bandung, sudah menyiapkan juga, tinggal sekarang gimana aturannya,” kata Budi Setiyadi.

Selain itu, menurut dia, pengelompokan angkutan harus direvisi dalam UU Nomor 22/2009 karena semakin beragamnya jenis angkutan, termasuk angkutan listrik, seperti sepeda listrik, skuter, hoverboard, dan lainnya.

“Kalau waktu saya kecil, saya mengalami sepeda disuruh bayar pajak dan sebagainya. Mungkin bisa ke sana. Tapi ini sejalan revisi UU 22/2009, sudah diskusi dengan Korlantas Polri,” katanya.

Budi mengaku pihaknya juga sudah melakukan kajian di negara-negara yang kecenderungan penggunaan sepeda meningkat guna menghindari kontak fisik di kereta atau angkutan massal lainnya akibat pandemi Covid-19, salah satunya Jepang.

Namun, dia menjelaskan terdapat perbedaan tujuan penggunaan moda ramah lingkungan tersebut.

Di Jepang terutama Tokyo, masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dari rumah ke kantor atau tempat perbelanjaan.

“Di Indonesia sekarang ini sepeda lebih untuk kegiatan olahraga dan jalan ramai-ramai, kemudian foto-foto. Sebenarnya, diharapkan sepeda ini dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.

Sebelumnya Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menilai sepeda menjadi salah satu moda transportasi yang direkomendasikan dalam kondisi normal baru.

“Bersepeda menjadi pilihan, karena selain menghindari kerumunan dalam ruang tertutup dan menghindari antre, bersepeda membuat kesehatan tubuh terjaga,” katanya.

Moda tanpa bahan bakar tersebut juga mulai digunakan secara masif oleh negara Kolombia sebagai dampak pandemi Covid-19.

Negara Kolombia setara dengan Indonesia yang masih sebagai negara berkembang. Walikota Bogota (Kolombia) Claudia Lopez, punya kebijakan selama masa karantina menutup jalan sepanjang 117 km setiap hari agar pejalan kaki dan pesepeda dapat lebih leluasa bergerak.

Ia menuturkan di era kenormalan baru, banyak kota di mancanegara mengurangi kapasitas transportasi umum dan mengalihkan ke perjalanan menggunakan sepeda.

“Untuk perjalanan jarak pendek, moda sepeda dan berjalan kaki benar-benar dikembangkan sedemikian rupa (aman, nyaman dan selamat), supaya tidak beralih ke penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan,” tandasnya.(Ant)

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sudah Tiga Hari Nenek Saiyah Lenyap dari Hutan
Sambut Tamu VVIP Haul Guru Sekumpul, Pengamanan Diperketat

Kalsel

Sambut Tamu VVIP Haul Guru Sekumpul, Pengamanan Diperketat

Kalsel

Sempat Padam, Warga Cemara Raya Geger Api Susulan
apahabar.com

Kalsel

Irigasi Jebol, Petani Desa Bincau Menjerit
apahabar.com

Kalsel

KPU HSS Umumkan 30 Nama Calon Anggota DPRD HSS
apahabar.com

Kalsel

Kepala BNPT Kunjungi Istri Korban Penyerangan Mapolsek Daha
apahabar.com

Kalsel

Dukung Gerakan Revolusi Mental, Sekretariat DPRD Kalsel Turunkan Tim ‘Sapu Bersih’
apahabar.com

Kalsel

Pelajar Masih Dominasi Penyalahgunaan Narkoba di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com