Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Opini

Selasa, 30 Juni 2020 - 09:11 WIB

Menakar Program Food Estate di Kalimantan Tengah

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Merdeka.com

Ilustrasi. Foto-Merdeka.com

Oleh: Rahimullah

PEMERINTAH pusat nampaknya serius akan menerapkan kebijakan dengan membuat program food estate yang terletak di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas yang merupakan bagian dari Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Hal itu terlihat dari beberapa Menteri yang sudah melakukan kunjungan ke Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Pemerintah juga sudah menganggarkan tahap awal sebesar 30.000 hektare lahan di dua kecamatan dengan lokasi Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas yang akan menjadi kawasan food estate dan pertanian modern (kompas.com).

Sebagaimana yang diketahui food estate sendiri merupakan suatu daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di Indonesia. Pemerintah yang berencana mengembangkan kawasan food estate di wilayah Kalimantan Tengah ini yang merupakan kawasan bekas pengembangan lahan gambut demi ketahanan pangan. Selain itu juga dilakukan agar Indonesia memiliki lahan tetap guna mempersiapkan kekuatan pangan tersebut.

Pemerintah dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan food estate juga mengajak sejumlah investor/korporasi untuk mempersiapkan wilayah tersebut menjadi kawasan ekonomi khusus agar bisa berhasil dijalankan.

Namun, pemerintah dengan ambisinya menjadikan food estate di wilayah Kalimantan Tengah ini dengan dalihnya meningkatkan kesejahteraan petani, pencipataan lapangan kerja bagi penduduk lokal serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi tidak secara otomatis dapat terjamin dalam implememtasinya. Hal ini diperkuat dengan pengalaman proyek food estate yang telah terjadi di daerah lain.

Sebagaimana riset yang telah dilakukan Kamim & Altamaha (2019) menyatakan bahwa proyek food estate yang dilakukan secara masif di Bulungan, Kalimantan Utara dan Merauke, Papua mengalami masalah serius sebagai dampak modernisasi pertanian dalam skala besar, yaitu yang mulanya dengan dalih memperbaiki kesejahteraan petani, sebaliknya kondisi mereka justru semakin termarginalkan.

Pemanfaatan teknologi dalam program food estate yang berupaya dilakukan untuk menggenjot produksi pangan realitasnya justru memunculkan kerawanan pangan yang harus diderita petani transmigran dan penduduk lokal.
Selain itu juga proses mekanisasi dan ekstensifikasi pertanian yang dilakukan oleh korporasi dan difasilitasi negara ternyata hanya memanfaatkan para petani transmigran untuk menjadi tenaga kerja dalam proyek food estate serta merusak kondisi lingkungan.

Temuan adanya permasalahan tenaga kerja dalam program estate selaras juga dengan temuan Savitri & Prawirosusanto (2015) yang berdasarkan risetnya dalam program food estate di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat membuktikan anggapan salah yang menjelaskan akan terciptanya lapangan kerja secara langsung pasca dibukanya proyek food estate.

Sehingga beradasarkan temuan dan pengalaman proyek food estate yang sudah pernah dilakukan di daerah lain sepatutnya pemerintah mempertimbangkan kembali penerapan food estate di wilayah Kalimantan Tengah.

Kalaupun pemerintah tetap bersikeras melaksanakan program estate yang berlokasi di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, maka pemerintah harus memberikan jaminan berupa pernyataan “hitam di atas putih” yang setidaknya memuat jaminan pemberdayaan penduduk lokal yang sekaligus peningkatan kesejahteraan serta meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan.

*
Penulis adalah Alumni FISIP Universitas Lambung Mangkurat dan Mahasiswa Pascasarjana FISIP Universitas Airlangga

===================================================================================

Isi tulisan sepenuhnya tanggung jawab pengirim.

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Opini

‘Membayar Investasi’ Politik
apahabar.com

Opini

Herd Immunity, New Normal, dan Hidup Berdampingan dengan Virus
apahabar.com

Opini

Kunci Sukses Pelaksanaan PSBB
apahabar.com

Opini

Mengembalikan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka di Tengah Pandemi
apahabar.com

Opini

Menuding Yahudi, Meludahi Wajah Sendiri
apahabar.com

Opini

Habib Rizieq Syihab dalam Pusaran Kebencian dan Kerinduan

Opini

Melacak Akar Paradigma Keislaman Modern (Islam Liberal, Islam Fundamental, Islam Tradisional, dan Islam Moderat)
apahabar.com

Opini

Jenderal, Ini Demonstran, Bukan Perusuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com