Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya Maksimalkan Penyekatan, Kalsel Tutup Semua Jalur Mudik Provinsi-Kabupaten

Mendag Setujui Ekspor Masker dan APD Kembali Dibuka

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 06:45 WIB

Mendag Setujui Ekspor Masker dan APD Kembali Dibuka

Proses produksi alat pelindung diri (APD). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengeluarkan aturan baru terkait Ketentuan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri (APD).

Mendag setuju agar ekspor tersebut kembali dibuka.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2020.

Permendag ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam menjaga neraca perdagangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah wabah pandemi Covid-19.

Saat ini kata Mendag, aturan itu dalam proses pengundangan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada sektor industri sekaligus mendorong peningkatan kinerja ekspor di tengah pandemi Covid-19,” kata Mendag dalam keterangan resminya, Selasa (16/6).

Dengan berlakunya Permendag Nomor 57 Tahun 2020, Permendag Nomor 23 Tahun 2020 j.o. Permendag Nomor 34 Tahun 2020 dinyatakan sudah tidak berlaku.

Namun, pengecualian yang telah diterbitkan untuk eksportir berdasarkan Permendag Nomor 23 Tahun 2020 j.o. Permendag No. 34 Tahun 2020 tetap berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2020.

Sebagai respons awal penanganan wabah Covid-19 di Indonesia, sebelumnya Kemendag mengeluarkan Permendag tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker melalui Permendag Nomor 23 Tahun 2020 jo. Permendag Nomor 34 Tahun 2020.

Permendag ini diterbitkan untuk menjamin ketersediaan alat kesehatan di dalam negeri yang sangat dibutuhkan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Mendag, kebijakan larangan sementara tersebut memberikan dampak positif berupa ketersediaan antiseptik yang sangat berlebih.

“Hal ini berdasarkan data dan informasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian selaku pembina industri ketersediaan dalam negeri atas produk alat kesehatan,” jelas Mendag.

Mendag menambahkan dengan ketersediaan antiseptik, bahan baku masker, APD, dan masker yang saat ini memadai bagi kebutuhan dalam negeri, Kementerian Perdagangan melakukan degradasi pengaturan produk-produk tersebut dengan menggunakan mekanisme pengaturan melalui Persetujuan Ekspor (PE).

Mekanisme pengaturan dengan PE berlaku terhadap produk bahan baku masker, masker bedah, masker N-95, APD Coverall, dan surgical gown.

Pengajuan PE dilakukan melalui sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang terintegrasi dengan Sistem Inatrade dengan persyaratan, yaitu melampirkan Izin Usaha Industri, rencana ekspor dalam jangka waktu enam bulan, serta surat pernyataan mandiri memiliki ketersediaan untuk kebutuhan dalam negeri.

Kementerian Perdagangan memiliki kewenangan untuk membekukan PE yang sudah diterbitkan dan/atau menolak pengajuan permohonan PE. Pembekuan PE dilandasi adanya data/informasi terjadinya peningkatan kebutuhan di dalam negeri terhadap bahan baku masker, masker, dan/atau APD.

Pembekuan PE bahan baku masker, masker dan APD dapat diberikan pengecualian kepada eksportir yang telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran PEB dari Kantor Pabean.

“Dengan berlakunya Permendag ini, diharapkan dapat memberikan kepastian regulasi bagi pelaku usaha alat kesehatan di Indonesia,” ujar Mendag.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Teks Lengkap Pidato Jokowi sebagai Presiden Terpilih
apahabar.com

Nasional

Edhy Prabowo Hadapi Sidang Dakwaan Kasus Suap Ekspor Benur Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Siapkan Rp 400 Triliun untuk Perangi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Walhi Ingatkan Tak Ganggu Teluk Balikpapan
apahabar.com

Nasional

Kemendagri Terbitkan Dokumen Kependudukan Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Jubir: Kondisi Empat Pasien Positif Corona Terus Membaik
apahabar.com

Nasional

Sutopo: Jangan Sebar Hoax Tsunami di Banggai Sulteng
apahabar.com

Nasional

Pandemi Covid-19 Memburuk, AS Batasi Perjalanan dari Brazil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com