Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama

Mengadu ke Bupati Batola, Pilihan Terakhir Ortu Bayi Jantung Bocor

- Apahabar.com Sabtu, 13 Juni 2020 - 21:25 WIB

Mengadu ke Bupati Batola, Pilihan Terakhir Ortu Bayi Jantung Bocor

Orang tua Aliqa Azzahra menerima bantuan dana persiapan keberangkatan berobat ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sebelum mengadu ke bupati Barito Kuala (Batola), orang tua Aliqa Azzahra sudah berusaha mencari biaya. Termasuk mencoba menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Penanganan Aliqa yang mengalami jantung bocor bawaan, mengawali ketegangan antara Pemkab Batola dengan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin.

BPJS Kesehatan mengklaim tidak pernah menerima aplikasi permohonan peserta dari orang tua bayi berumur 3 bulan itu.

Namun ayah Aliqa, Najir, mengaku sudah mengajukan permohonan sejak Maret 2020, melalui BPJS Batola maupun cabang Banjarmasin.

“Sejak pertengahan Maret kami bolak-balik ke kantor BPJS Batola di Marabahan dan Cabang Banjarmasin untuk mengurus BPJS Aliqa,” jelas Najir, Jumat (12/6).

“Pun semua persyaratan sudah dipenuhi. Namun hingga akhirnya kami mengadu kepada Bupati, belum terlihat kejelasan,” sambung warga Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana ini.

Sementara Kepala Desa Puntik Luar, Abul Hasan, memastikan bahwa permohonan menjadi peserta BPJS untuk Aliqa sudah diupayakan Najir sejak 17 Maret 2020.

“Ketika datang ke kantor desa, Aliqa bahkan belum diberi nama. Akhirnya setelah beberapa tahapan, foto ibu dan anak bersangkutan dikirim ke Dinas Sosial Batola untuk kepentingan entry Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” beber Abul.

“Namun sampai sekarang, persoalan itu belum selesai. Tentu kami salut dengan Bupati yang turun tangan membantu,” imbuhnya.

Di sisi lain, bersikeras data Aliqa belum pernah dimasukkan. Pun data yang bersangkutan tidak muncul dalam aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS).

“Alur pengajuan data PBI itu dimulai dari musyawarah desa, kemudian diinput Dinsos ke DTSK,” sahut Kepala Cabang Banjarmasin BPJS Kesehatan, Tutus Novita Dewi, Sabtu (13/6).

“Lantas data dalam DTSK ditarik Kemensos untuk disahkan sebagai peserta PBI. Data itulah yang menjadi masterfile BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Mengacu regulasi itu, BPJS Kesehatan tidak memiliki wewenang mendaftarkan masyarakat dalam DTKS.

“Mengingat penjaminan layanan kesehatan untuk peserta PBI mengacu kepada DTKS, diperlukan upaya pihak yang terkait agar menyempurnakan data, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi,” tandas Tutus.

Diwartakan sebelumnya, tanpa sokongan BPJS Kesehatan, pengobatan Aliqa akhirnya menggunakan dana yang digalang Pemkab Barito Kuala.

Keputusan itu diambil lantaran upaya menjadi peserta BPJS, baik mandiri maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD, terkendala regulasi waktu tunggu 14 hari.

Direncanakan Aliqa, bayi jantung bocor bawaan itu dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) di Jakarta.

“Dalam tahap awal, pembiayaan pengobatan Aliqa ditanggung Yayasan Sedekah Kemanusiaan Batola,” papar Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Sabtu (13/6).

Pendanaan selanjutnya tergantung hasil analisis medis dari RSJPDHK.

“Namun yang pasti, kami siap membiayai pengobatan dengan kekuatan sendiri,” imbuhnya.

Dalam beberapa hari terakhir pun teknis pemberangkatan sudah disusun.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Berlangsung Serentak, Pemilihan BPD di Batola Pakai Mekanisme Baru
apahabar.com

Batola

Angin Kencang Mengamuk di Alalak, Puluhan Rumah Rusak
apahabar.com

Batola

Demi Pilgub Kalsel, Disdukcapil Batola Kejar Perekaman Data Ribuan Warga
apahabar.com

Batola

Dibangun Miliaran, Jembatan di Sungai Telan Besar Batola Proyek Mubazir
Kehilangan Pekerjaan

Batola

Dicatut Akun TikTok Palsu, Seorang Warga Marabahan Terancam Kehilangan Pekerjaan
apahabar.com

Batola

Perwira Polres Batola Bergeser Lagi, Kasat Reskrim Pindah ke Polres Tabalong
apahabar.com

Batola

Sudah Pilih Lokasi, Peserta Seleksi CPNS Batola Tinggal Tunggu Jadwal
apahabar.com

Batola

Dari 611 Kasus Covid-19 di Batola, Tersisa 49 Pasien Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com