Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Mengadu ke Bupati Batola, Pilihan Terakhir Ortu Bayi Jantung Bocor

- Apahabar.com Sabtu, 13 Juni 2020 - 21:25 WIB

Mengadu ke Bupati Batola, Pilihan Terakhir Ortu Bayi Jantung Bocor

Orang tua Aliqa Azzahra menerima bantuan dana persiapan keberangkatan berobat ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sebelum mengadu ke bupati Barito Kuala (Batola), orang tua Aliqa Azzahra sudah berusaha mencari biaya. Termasuk mencoba menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Penanganan Aliqa yang mengalami jantung bocor bawaan, mengawali ketegangan antara Pemkab Batola dengan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin.

BPJS Kesehatan mengklaim tidak pernah menerima aplikasi permohonan peserta dari orang tua bayi berumur 3 bulan itu.

Namun ayah Aliqa, Najir, mengaku sudah mengajukan permohonan sejak Maret 2020, melalui BPJS Batola maupun cabang Banjarmasin.

“Sejak pertengahan Maret kami bolak-balik ke kantor BPJS Batola di Marabahan dan Cabang Banjarmasin untuk mengurus BPJS Aliqa,” jelas Najir, Jumat (12/6).

“Pun semua persyaratan sudah dipenuhi. Namun hingga akhirnya kami mengadu kepada Bupati, belum terlihat kejelasan,” sambung warga Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana ini.

Sementara Kepala Desa Puntik Luar, Abul Hasan, memastikan bahwa permohonan menjadi peserta BPJS untuk Aliqa sudah diupayakan Najir sejak 17 Maret 2020.

“Ketika datang ke kantor desa, Aliqa bahkan belum diberi nama. Akhirnya setelah beberapa tahapan, foto ibu dan anak bersangkutan dikirim ke Dinas Sosial Batola untuk kepentingan entry Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” beber Abul.

“Namun sampai sekarang, persoalan itu belum selesai. Tentu kami salut dengan Bupati yang turun tangan membantu,” imbuhnya.

Di sisi lain, bersikeras data Aliqa belum pernah dimasukkan. Pun data yang bersangkutan tidak muncul dalam aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS).

“Alur pengajuan data PBI itu dimulai dari musyawarah desa, kemudian diinput Dinsos ke DTSK,” sahut Kepala Cabang Banjarmasin BPJS Kesehatan, Tutus Novita Dewi, Sabtu (13/6).

“Lantas data dalam DTSK ditarik Kemensos untuk disahkan sebagai peserta PBI. Data itulah yang menjadi masterfile BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Mengacu regulasi itu, BPJS Kesehatan tidak memiliki wewenang mendaftarkan masyarakat dalam DTKS.

“Mengingat penjaminan layanan kesehatan untuk peserta PBI mengacu kepada DTKS, diperlukan upaya pihak yang terkait agar menyempurnakan data, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi,” tandas Tutus.

Diwartakan sebelumnya, tanpa sokongan BPJS Kesehatan, pengobatan Aliqa akhirnya menggunakan dana yang digalang Pemkab Barito Kuala.

Keputusan itu diambil lantaran upaya menjadi peserta BPJS, baik mandiri maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD, terkendala regulasi waktu tunggu 14 hari.

Direncanakan Aliqa, bayi jantung bocor bawaan itu dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) di Jakarta.

“Dalam tahap awal, pembiayaan pengobatan Aliqa ditanggung Yayasan Sedekah Kemanusiaan Batola,” papar Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Sabtu (13/6).

Pendanaan selanjutnya tergantung hasil analisis medis dari RSJPDHK.

“Namun yang pasti, kami siap membiayai pengobatan dengan kekuatan sendiri,” imbuhnya.

Dalam beberapa hari terakhir pun teknis pemberangkatan sudah disusun.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Dari 611 Kasus Covid-19 di Batola, Tersisa 49 Pasien Positif
apahabar.com

Batola

Mirip Organ Kewanitaan, Begini Khasiat Bunga Telang dari Danda Jaya Batola
apahabar.com

Batola

Tunggu Hasil PCR, Operasional IGD Abdul Aziz Marabahan Tertunda

Batola

Terima 2.000 Dosis, Ini Sasaran Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Batola
apahabar.com

Batola

Hadapi Potensi Bencana Banjir, Begini Kesiapan Barito Kuala
apahabar.com

Batola

Setelah Pensiun, Begini Kondisi Anggota Polres Batola Penyedia Bubur Gratis
Batola

Batola

Banjir di Batola, Jumlah Pengungsi Meningkat Menjadi 9.170 Orang

Batola

Kendalikan Covid-19, Acara Pemkab Batola Dianjurkan Wajib Rapid Antigen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com