Dugaan Skimming Bank Kalsel, Polisi Endus Kecurigaan Baru Daftar Bersamaan dengan KIB, PSI: Tanda-Tanda Alam Nih! Banjarbaru Ibu Kota Baru, Ovie Minta Petani Tak Tergiur Alihfungsi Lahan Datangi KPU, PSI Selipkan Aspirasi Rakyat melalui Tulisan di Kaos Polda Kalsel Respons Desakan IPW Copot AKBP AB Dkk
agustus

Menimbang Pelaksanaan Haji 2020, Arab Saudi Buka Opsi Pembatalan

- Apahabar.com     Minggu, 14 Juni 2020 - 09:47 WITA

Menimbang Pelaksanaan Haji 2020, Arab Saudi Buka Opsi Pembatalan

Ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, RIYADH – Jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi sudah melampaui 100 ribu. Hal itu membuat pemerintah Saudi mempertimbangkan pembatalan penyelenggaraan ibadah haji 2020.

Pertimbangan tersebut disampaikan seorang pejabat dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

“Masalah ini telah dipelajari dengan cermat dan berbagai skenario sedang dipertimbangkan. Keputusan resmi akan dibuat dalam waktu satu pekan,” kata pejabat tersebut seperti dilansir dari Gulf News yang mengutip Financial Times, Minggu (14/6).

Sebelumnya, dilaporkan Saudi sedang mempertimbangkan mengurangi jumlah orang yang diizinkan untuk melaksanakan ibadah haji 2020.

Dalam laporan Reuters, disebutkan, dua sumber yang mengetahui persoalan ini mengatakan, otoritas berwenang mempertimbangkan untuk mengizinkan masuknya jemaah tetapi jumlahnya terbatas dan hanya simbolis. Larangan haji diberlakukan untuk jamaah lansia dan yang memerlukan pemeriksaan kesehatan tambahan.

“Semua opsi ada di atas meja tetapi prioritasnya adalah untuk kesehatan dan keselamatan peziarah,” kata pejabat itu.
Laporan Reuters menyebut haji merupakan sumber utama pendapatan asing untuk Riyadh. “Data resmi menunjukkan ibadah haji sepanjang tahun menghasilkan sekitar 12 miliar dolar AS per tahun untuk Kerajaan,” lapor Reuters.

Reuters menyebut, otoritas Saudi juga memikirkan tentang kemungkinan menerima 20 persen dari kuota jemaah setiap negara, dengan prosedur yang ketat pula. Keputusan untuk membatalkan atau menurunkan kuota haji akan menjadi pukulan bagi Saudi. Mengingat negara itu berencana meningkatkan kapasitas wisata religius.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam rencana reformasi ekonominya menargetkan peningkatan kapasitas umrah dan haji menjadi 30 juta peziarah setiap tahun dan menghasilkan 13,32 miliar dolar AS pendapatan pada 2030.

sumber: irham.co.id
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Menengok Masjid Wadi Al Hussein, Saksi Mata Penyebaran Islam di Thailand
Gerhana Matahari

Religi

Berlangsung Besok, Simak Tata Cara Salat Gerhana Matahari
apahabar.com

Religi

Jasa Besar Zaid bin Tsabit RA dalam Islam

Religi

Ajak Jalan Kaki ke Sekumpul, Habib Fathurrahman Punya Misi Tersembunyi
apahabar.com

Religi

Jemaah Salat Jumat Tetap Padati Masjid Darul Falah Tanbu
apahabar.com

Religi

Pengurus PCNU Banjar Kembali Diisi Habaib dan Ulama, Sepupu Abah Guru Masih di Puncak Pimpinan
apahabar.com

Religi

Jelang Hari Raya di Tengah Pandemi, MUI Beberkan Cara Salat Idul Fitri di Rumah
apahabar.com

Religi

Awal Mula Persahabatan Datu Kelampayan dan Datu Sanggul yang Melegenda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com