Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Menteri PUPR Tawarkan Proyek Bendungan ke Turki

- Apahabar.com Rabu, 24 Juni 2020 - 06:30 WIB

Menteri PUPR Tawarkan Proyek Bendungan ke Turki

Ilustrasi bendungan Logung di Kudus, Jawa Tengah. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia ingin menguatkan kerjasama dengan Turki di bidang infrastruktur.

Penguatan itu ditandai dengan penawaran sejumlah proyek pembangunan bendungan kepada para kontraktor dan investor Turki.

“Ini tentunya merupakan peluang bagi investor dan kontraktor Turki untuk turut berpartisipasi dalam proyek pembangunan bendungan di Indonesia,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Forum Bisnis Konstruksi Indonesia-Turki via daring, Selasa (23/6).

Basuki mengungkapkan, selama lima tahun terakhir pemerintah Indonesia telah membangun 65 bendungan.

“Pada lima tahun berikutnya kami akan membangun lebih dari lima bendungan,” kata Menteri Basuki dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani.

Sebelumnya Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menyebutkan hanya proyek infrastruktur sektor bendungan dan jembatan, serta perumahan yang belum ‘pecah telur’ atau belum mendapatkan pembiayaan dari skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dikatakannya sektor proyek infrastruktur ini sebelumnya masih menggunakan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui APBN.

Kementerian PUPR, lanjutnya, jadi penanggung jawab kerja sama untuk proyek infrastruktur dengan skema pembiayaan KPBU, mulai dari konektivitas jalan, hingga sanitasi dan air minum.

Menurut dia, ada berbagai faktor yang membuat proyek seperti bendungan dan permukiman belum tersentuh pembiayaan KPBU, antara lain kesiapan dari investor serta risiko investasi.

Eko menyatakan skema KPBU akan menempati porsi hingga 60 persen pembiayaan proyek infrastruktur nasional.

Tercatat ada 23 proyek infrastruktur di bawah PUPR untuk periode 2020-2024 dengan proyeksi total investasi melalui skema KPBU sebesar Rp217,08 triliun.(ant)

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

22 Juli, Pendaftaran Seleksi Calon Guru Penggerak Ditutup

Nasional

Fakta Longsor Sukabumi: 30 Rumah Tertimbun hingga Lokasinya Tak Layak Huni
apahabar.com

Nasional

DKI Jakarta Diperkirakan Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Bupati Penajam Siapkan Ratusan Ribu Hektar Lahan
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Bertambah 20 Meninggal dan 165 Luka-Luka
apahabar.com

Nasional

Pakar Hukum Menilai UU Cipta Kerja Hilangkan Ego Sektoral
apahabar.com

Nasional

Debat Keempat Capres 2019, Jokowi: Pemerintah Perlu ‘Dilan’
apahabar.com

Nasional

Berupaya Kabur, Pencuri Puluhan Ponsel Ditembak Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com