ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Ekbis

Selasa, 16 Juni 2020 - 10:41 WIB

Minyak Naik karena Optimisme Pengurangan Produksi OPEC+

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi-OPEC. Foto-Shutterstocks via Antara

Ilustrasi-OPEC. Foto-Shutterstocks via Antara

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta) karena adanya tanda-tanda permintaan bahan bakar di dunia pulih kembali.

Sementara itu anggota OPEC+ juga mematuhi kesepakatan pemotongan produksi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 86 sen atau 2,4 persen, menjadi menetap pada 37,12 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 99 sen atau 2,6 persen, menjadi 39,72 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak rebound dari penurunan awal setelah menteri energi Uni Emirat Arab menyuarakan keyakinan bahwa negara-negara OPEC+ dengan kepatuhan rendah terhadap pemotongan yang disepakati akan memenuhi komitmen mereka dan melaporkan tanda-tanda permintaan minyak meningkat.

“Itu sepertinya menghilangkan beberapa negativitas pasar,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. “Ini ketakutan tentang virus corona versus kenyataan dari apa yang terjadi di lapangan.”

Baca juga :  Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar

Panel pemantauan yang dipimpin OPEC akan bertemu pada Kamis (18/6/2020) untuk membahas apakah negara-negara telah memberikan bagian mereka dari pengurangan produksi.

Irak setuju dengan perusahaan-perusahaan minyak utama untuk memangkas produksi minyak lebih lanjut pada Juni, kata para pejabat Irak yang bekerja di ladang minyak raksasa negara itu kepada Reuters, Minggu (14/6).

Arab Saudi juga telah mengurangi volume minyak mentah pemuatan Juli yang akan disuplai ke setidaknya lima pembeli di Asia, kata sumber.

Juga positif untuk harga, hasil pengolahan minyak mentah China pada Mei naik 8,2 persen dari setahun sebelumnya karena kilang-kilang independen meningkatkan pemrosesan untuk memenuhi pemulihan permintaan bahan bakar menyusul pelonggaran kuncian.

Produksi minyak AS dari tujuh formasi shale (serpih) utama diperkirakan menurun pada Juli ke level terendah sejak Juli 2018, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Senin (15/6/2020).

Baca juga :  Harga Karet Anjlok, Sebagian Warga Nupang Nuding Bercocok Tanam

Namun, kekhawatiran permintaan bahan bakar telah membebani sentimen pasar. Lebih dari 25.000 kasus virus corona baru dilaporkan pada Sabtu (13/6) di Amerika Serikat, di mana lebih dari dua juta orang telah terinfeksi, sekitar seperempat dari kasus di seluruh dunia.

Setelah hampir dua bulan tanpa infeksi baru, pejabat Beijing melaporkan 79 kasus virus corona selama empat hari terakhir, memicu kekhawatiran akan merebaknya wabah di salah satu kota terpadat di dunia itu.

Data ekonomi dari China menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu berjuang untuk kembali ke jalurnya. Produksi industri pada Mei meningkat 4,4 persen dari setahun sebelumnya, lebih rendah dari yang diperkirakan.

Ekonomi Jerman juga akan jatuh lebih jauh pada kuartal kedua, kementerian ekonominya mengatakan pada Senin (15/6).(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Luhut Ungkap IMF Komentari Utang Indonesia Akan Meningkat
apahabar.com

Ekbis

BI Dorong Geliat Ekonomi Pasca-pandemi Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Minta Pemerintah Daerah dan BUMN Bantu UMKM
apahabar.com

Ekbis

Harga Jagung di Barito Utara Naik, Petani Gembira
apahabar.com

Ekbis

PT Telkom Agresif Modernisasi Jaringan untuk Persiapan Layanan 5G
apahabar.com

Ekbis

Perluas Transaksi Nontunai, BI Pacu Instrumen Kebijakan
apahabar.com

Ekbis

Bayar SPP Pakai Gopay dan Ovo Bukan Lagi Lelucon
apahabar.com

Ekbis

Target BEKRAF, 50% Pelaku Kreatif Daftarkan Kekayaan Intelektual
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com