Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Mundur dari Pilwali Banjarbaru, Ovie Mau ke Mana?

- Apahabar.com Senin, 15 Juni 2020 - 16:22 WIB

Mundur dari Pilwali Banjarbaru, Ovie Mau ke Mana?

Bakal calon kepala daerah Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin (kiri) tiba-tiba memutuskan mundur dari pencalonan. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Terungkap sejumlah alasan Aditya Mufti Ariffin tiba-tiba mundur dari pertarungan pada Pilwali Banjarbaru, akhir tahun mendatang. Lantas ke mana ia setelah ini?

Mundur dari kontestasi pemilihan orang nomor satu di Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin berencana melanjutkan kuliah.

“Menjalankan usaha, dan menyelesaikan S3 [doktor],” jelas putera Rudy Ariffin, eks gubernur Kalsel periode dua itu, Senin (15/6),

Selain itu, Ovie juga mengaku akan berkonsentrasi pada urusan kepartaian.

“Setelah ini, saya akan menjalankan partai,” ujar ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalsel itu.

Yang jelas, keputusan untuk mundur dari pencalonan murni keputusan pribadi.

“Kami mengundurkan diri pribadi. Setelah kami melakukan pembicaraan bersama tim, terlalu berisiko melaksanakan [tahap] Pilkada di tengah pandemi,” sambung eks anggota DPR RI itu.

Namun jika pasangannya AR Iwansyah, bacalon wakil wali kota Banjarbaru ingin tetap melanjutkan tak masalah baginya.

“Karena ini penilaian dan keputusan masing masing, apabila mau melanjutkan silakan, jika tidak juga silakan,” tegasnya.

Meski begitu, ia membenarkan jika kemungkinan pengunduran dirinya sepaket dengan pasangannya itu.

“Kemungkinan satu paket dengan pak Iwan, tapi kalau pak Iwan mau maju sendiri enggak papa, ini (kan) pribadi saya,” pungkasnya.

Situasi keamanan saat pandemi Covid-19 jadi alasan Ovie, sapaan karib Aditya Mufti Ariffin, mundur dari proses pencalonan sebagai wali kota Banjarbaru.

“Alasan kemanusiaan,” ujarnya.

Katanya, Pilkada di tengah pandemi Covid-19 takkan berjalan efektif.

“Tidak maju karena rasa kemanusiaan kami. Kalau saya maju kan saya pemimpin relawan, tim sukses, saya tidak ingin mereka terpapar,” katanya.

Namun jika Pilkada tak jadi diselenggarakan pada Desember, bukan tak mungkin dirinya akan kembali maju.

“Kita berharap dimundurkan (Pilkada) setelah pandemi itu lebih bagus, suasana demokrasi bagus. Ada kemungkinan maju jika diundur sampai pandemi berakhir. Tapi kalau masih di masa pandemi, tidak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, menurut PKPU No 5 tahun 2020 yang disahkankan 12 Juni lalu, menyatakan Pemerintah, KPU dan DPR memutuskan akan menggelar Pilkada pada 9 Desember 2020.

“Setahun yang lalu kan kami menyatakan maju bakal calon Banjarbaru, di mana saat itu keadaan normal. Dan kami menyatakan kami tidak melanjutkan proses maju di masa pandemi ini,” ujar Ovie.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

HM Rusli

Politik

Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless
apahabar.com

Politik

Pilkada Banjarbaru, Angkutan Umum Ikut Bersolek
apahabar.com

Politik

Filosofi Bawang Putih Tunggal, Wejangan Tokoh Pers Kalsel untuk Ibnu-Arifin
apahabar.com

Politik

Koalisi Gerindra-Demokrat Mencuat, Denny-Difriadi Jadi Opsi
Polemik

Politik

Polemik Pembukaan Kotak Suara di Banjarmasin Berlanjut, Tim H2D dan KPU Dipanggil Bawaslu
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin 2020, Deklarasi di Sungai Martapura, Ibnu-Ariffin Ingin Bangun Optimisme di Banua
apahabar.com

Politik

Mencoblos di TPS 5, Cabup Balangan Ansharuddin Optimis Menang
Denny

Politik

Unggul di Hitung KPU, Tim Denny-Difri: Pesisir hingga Gunung di Kalsel Kita Jaga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com