MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Pancasila Vs Paham Radikal, 23 Persen Mahasiswa Terpapar

- Apahabar.com Rabu, 24 Juni 2020 - 13:18 WIB

Pancasila Vs Paham Radikal, 23 Persen Mahasiswa Terpapar

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banjarmasin merespons aksi penyerangan Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Daha Selatan, Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), beberapa waktu lalu.

Terlebih aksi orang tak dikenal (OTK) yang menewaskan satu anggota kepolisian bernama Bripka Leo Nardo Latupapua itu terjadi di tengah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Terbaru, keadaan bangsa semakin ambyar dengan adanya Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan IdeologI Pancasila. Bahkan telah menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat.

“Oleh sebab itu, kami menggelar diskusi daring dengan tema Pancasila sebagai Jalan Lurus, Mewaspadai

Penyebaran Paham Radikalisme di Kalangan Pemuda dan Mahasiswa,” ucap Ketua DPD KNPI Kota Banjarmasin, Muhammad Imam Satria Jati, Rabu (24/6).

Menurutnya, tema itu diangkat sebagai respons para pemuda terkait peristiwa yang melukai nilai-nilai kemanusiaan hingga menewaskan salah satu anggota Polri.

“Sehingga penekanan Pancasila sebagai Jalan Lurus adalah tema yang kami pilih”, kata Imam.

Dengan adanya diskusi ini, Imam berharap agar menambah pemahaman pemuda dan tetap berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai Jalan Lurus.

“Serta menjadikan nilai Pancasila sebagai jiwa dan hidup pemuda, terutama di Kota Banjarmasin,” bebernya.

Diskusi itu menghadirkan tiga narasumber. Di antaranya Wakapolres Kota Banjarmasin AKBP Sabana Atmojo, Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi, Cendikiawan Muslim Banua Prof. Ahmad Khairuddin, dan Representative Pemuda Banua, Muhammad Aliansyah.

Dalam paparannya, Ketua FKPT Kalsel, Aliansyah Mahadi mengatakan Banua bukan termasuk zona merah penyebaran paham radikal. Namun serangan 1 Juni 2020 kemarin dinilai mengagetkan khalayak.
“Berdasarkan data Kemenhan, sekitar 23,4% mahasiswa terpapar radikalisme,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Masa Jabatan Berakhir, Bupati Banjar Ogah Perpanjang Masa Jabatan Teguh Imanullah Sebagai Dirut PD Baramarta
apahabar.com

Kalsel

Pencurian Sarang Burung Walet di Pengaron, Penjaga Sebut Kejadian yang Kedua
apahabar.com

Kalsel

Ada SD tak Mampu Penuhi Kuota Siswa, Disdik Diminta Melek
apahabar.com

Kalsel

PIL, Korban Suami Mengamuk di Pelaihari Lolos dari Maut
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Istri Beli Nasi Bungkus, Warga Saka Permai Banjarmasin Nekat Gantung Diri
apahabar.com

Kalsel

Polisi dan TNI di Banjarmasin Salurkan Bantuan ke Warga Pesisir Sungai
apahabar.com

Kalsel

Lindungi Masyarakat Tala, Sukamta Serahkan Gaji untuk Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tekan Balap Liar, AKP Indra AP: Jika Masih Mengulang SKCK Mereka akan Dicabut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com