Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG…. Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya! Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong!

Pandemi Covid-19, Penajam Bantu 2.378 Warga Terdampak

- Apahabar.com Selasa, 2 Juni 2020 - 12:57 WIB

Pandemi Covid-19, Penajam Bantu 2.378 Warga Terdampak

Penyerahan BLT-DD untuk Mei sebesar Rp600 ribu bagi kelurga miskin yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Penajam Paser Utara. Foto-Istimewa

apahabar.com, PENAJAM – Bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) bagi 2.378 penerima terdampak Covid-19 terus disalurkan.

“BLT-DD yang disalurkan bagi 2.378 kepala keluarga (KK) penerima ini totalnya mencapai Rp1,42 miliar khusus pada Mei, sedangkan untuk Juni diperkirakan penyalurannya pada pertengahan bulan ini,” ujar Kabid Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Penajam Paser Utara Nurbayah di Penajam, Selasa (2/6).

BLT-DD ini diberikan bagi warga tidak mampu yang terdampak Covid-19 dengan nilai Rp600 ribu per bulan per KK selama tiga bulan, yakni Mei, Juni, dan Juli.

Sasaran penerima BLT-DD adalah keluarga miskin Non-Program Keluarga Harapan (PKH), Non-Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Non-Kartu Pekerja, dan keluarga yang kehilangan mata pencaharian.

Kemudian keluarga yang belum terdata (exclusion error) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan memiliki anggota keluarga yang rentan sakit atau memiliki penyakit kronis menahun.

Awalnya terdapat 2.390 KK yang tersebar pada 30 desa di PPU yang akan memperoleh BLT-DD, namun kemudian ada 12 KK yang mengundurkan, sehingga kini terdapat 2.378 yang berhak menerima BLT-DD.

“Mundurnya 12 KK yang kemudian dicoret dari daftar calon penerima BLT-DD sebagai dampak COVID-19, karena mereka sudah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial,” ucap Bayah.

Penghitungan BLT-DD, lanjut dia, terdapat tiga kategori. Pertama adalah bagi desa penerima DD kurang dari Rp800 juta pada tahun ini. Desa tersebut mengalokasikan BLT maksimal 25 persen dari nilai DD.

Kategori kedua adalah bagi desa penerima DD di kisaran Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar, pemerintah desa setempat mengalokasikan BLT maksimal sebesar 30 persen dari nilai DD.

“Kategori ketiga, bagi desa yang menerima DD lebih dari Rp1,2 miliar, pemerintah desa setempat mengalokasikan BLT-DD maksimal 35 persen dari nilai DD,” ujarnya.

Semua desa di PPU, kata Bayah lagi, tahun ini tidak ada yang menerima DD di bawah Rp800 juta, nilai DD yang paling kecil adalah di Desa Sidorejo yang tercatat Rp894,35 juta, sehingga alokasi paling sedikit untuk BLT-DD di PPU adalah kategori kedua, yakni maksimal 30 persen dari nilai DD. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Klaster Lingkungan Covid-19 Mulai Menyebar di Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Penajam Jadi Ibu Kota Negara, Pemkab Minta Terus Dilibatkan
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Lirik Potensi Limbah Sawit
apahabar.com

Kaltim

Harga Bawang dan Ayam Naik, Gubernur Kaltim: Faktor Psikologis
apahabar.com

Kaltim

Pagi Tadi, Kebakaran Terjadi Kilang Minyak Balikpapan
TPU Balikpapan

Kaltim

Dua Pohon Besar Tumbang di TPU Balikpapan, Belasan Makam Rusak
gerobak

Kaltim

Manusia Gerobak Mulai Marak di Balikpapan

Kaltim

Tim Beruang Hitam Balikpapan Ringkus Spesialis Pencuri di Kosan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com