Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Pasien Sering Kabur, Banjarmasin Siapkan Ceramah Online

- Apahabar.com Kamis, 4 Juni 2020 - 10:46 WIB

Pasien Sering Kabur, Banjarmasin Siapkan Ceramah Online

Di Banjarbaru, Tim Gugus Tugas setempat dibuat kelimpungan setelah seorang PDP di Rumah Sakit Idaman kabur. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pasien terkonfirmasi positif virus Corona yang menjalani karantina di Rumah Sakit (RS) kerap dirundung jenuh.

Selama perawatan, mereka tak bisa bergerak bebas karena semua aktivitasnya dibatasi oleh petugas medis.

Kondisi demikian banyak kerap mendorong pasien berbuat nekat, sehingga tak sedikit dari mereka kabur.

Di Banjarbaru, Tim Gugus Tugas setempat dibuat kelimpungan setelah seorang PDP di Rumah Sakit Idaman kabur.

Hampir dua pekan menghilang, PDP itu akhirnya ditemukan dalam kondisi lemah karena pelarian.

Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi sudah menyusun suatu program supaya pasien tak mengalami jenuh saat karantina mandiri.

Dalam program ini, pasien positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP) olahraga rutin setiap pagi hari sekaligus berjemur di bawah sinar matahari.

“Kemudian ceramah agama untuk menguatkan psikologi kepada orang di rumah karantina,” ujar Machli.

Machli mengungkapkan ceramah agama yang diisi oleh dr Karyono Ibnu Ahmad ini direkam dan diperlihatkan setiap hari dengan durasi waktu 15 menit.

Isi ceramah agama ini berganti setiap harinya untuk membangun biologi dan psikososial pasien di rumah karantina.

“Kita putar rekamannya dan kita kumpulkan pasien itu dalam satu ruangan,” pungkasnya.

Selain itu, Machli pun memperhatikan kebutuhan spiritual seperti pemenuhan hak batin pasien di rumah karantina.

Sebab, lanjut Machli bahwa pasien jenuh itu kemungkinan batin mereka tertekan selama menjalani masa inkubasi 14 hari.

“Itu yang kita lakukan untuk pasien supaya tidak jenuh lagi,” ucapnya.

Dilaporkan di Banjarmasin, terdapat pasien terkonfirmasi positif virus Corona yang menjalani perawatan sebanyak 368 kasus.

Sedangkan PDP bejumlah 141 kasus dan orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 419 kasus.

 

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Ajak Warga Daerah Terpencil Sukseskan Pesta Demokrasi
apahabar.com

Kalsel

BMKG Imbau Masyarakat Kalsel Waspada Potensi Buruk
apahabar.com

Kalsel

Tuntutan Massa Tak Temui Titik Terang, Guru Syarkawi: Kebenaran Akan Terlihat
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kalsel, Kurang 24 Jam PDP Bertambah 5 Orang
apahabar.com

Kalsel

Senin Sekolah Lagi, Pedagang Seragam Panen
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Apel Gelar Pasukan Patuh Intan 2020, Kapolres HSU: Laksanakan Sesuai Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Resmikan Puluhan Gedung Baru, Menteri Nasir Puji Rektor ULM
apahabar.com

Kalsel

Melihat Potensi Ekonomi, KEIN Kunjungi Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com