KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut

Pelayanan Terkendala, Fathur Tak Mau Telat Bayar Iuran JKN-KIS

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 16:57 WIB

Pelayanan Terkendala, Fathur Tak Mau Telat Bayar Iuran JKN-KIS

Fathur warga HST merasakan manfaat dari membayar iuran tepat waktu. Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Fathurrahman pernah mempunyai pengalaman tentang Jaminan Kesehatan Nasional melalui Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tertunggak iurannya.

Ketika itu, warga Hulu Sungai Tengah (HST) ini betul-betul memerlukan KIS untuk mengobati sang ibu. Namun iuran BPJS Kesehatan untuk JKN-KIS-nya tertunggak beberapa bulan.

Akibat dari itu, KIS yang dimiliki sang ibu menjadi non aktif. Padahal dia sangat memerlukan KIS untuk melakukan operasi dan perawatan di rumah sakit.

Kendati demikian, Fathur bersyukur, walupun sempat terlewat membayar iuran JKN-KIS beberapa bulan, kartu masih bisa digunakan.

Tentunya dia mendapatkan sanksi atas kelalaiannya dalam membayar iuran tadi. Pelayanannya jadi terkendala.

“Untungnya hanya ratusan ribu saja. Di bandingkan kalau tidak punya KIS, kita bisa mengeluarkan biaya jutaan untuk operasi. Alhamdulillah sangat membantu sekali,” kata Fathur.

Kejadian yang ia alami rupanya cukup menjadi pelajaran berharga. Fathur berharap denda pelayanan tidak dialami oleh Peserta JKN-KIS lainnya.

Untuk menghindari kejadian yang pernah dialaminya, cukup mudah. Cukup membayar iuran rutin sekeluarga sudah sangat membantu meng-cover kesehatan sekeluarga.

Sejak saat itulah, Fathur beserta keluarga yakin, iuran yang ia bayarkan rutin tiap bulannya sangat penting untuk memastikan kartu tetap aktif. Tentunya agar siap digunakan apabila diperlukan setiap saat.

“Karena itu kami dan keluarga tak pernah lupa lagi untuk bayar iuran secara rutin,” aku Fathur.

Keluarga Fathur terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS sejak Maret 2017. Dia pribadi juga telah merasakan beberapa kali manfaat program nasional itu.

“Dua kali pernah pakai karena keseleo sampai harus terapi, sampai sakit gigi juga pernah makai, mantapnya semua dilayani dengan baik tanpa biaya,” ujar Fathur.

Lebih bersyukurnya lagi, Fathur merasa adanya program pemerintah tersebut manfaatnya sangat terasa bagi semua orang.

“Alhamdulillah ada JKN-KIS jadi terbantu. Cukup bayar iuran tiap bulannya, sudah tak perlu pikir pusing lagi, sakit nggak tahu kapan datang,” kata dia.

Fathur mengatakan, masyarakat yang belum punya KIS merupakan golongan yang merugi.

Karena dengan prinsip gotong-royongnya, Program JKN-KIS menjadikan semua orang bisa saling mensubsidi di kala sakit dan bersedekah di kala sehat.

Fatur berharap, semoga kedepannya Program JKN-KIS bisa berjalan terus untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh penduduk Indonesia.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Sutinah Tentang Aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Manfaatkan JKN, Dipta Klaim Kacamata Baru
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Rasakan Manfaat JKN-KIS, Yulianti: Mudah dan Simpel
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pengalaman Mahasiswi Malang Gunakan KIS Berobat di Barabai
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Mengintip Prestasi Dokter Aminah, Peraih Penghargaan BPJS Award 2020  
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Punya Pengalaman JKN-KIS, Risdha Rasakan Kemudahan E-Dabu
Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh

BPJS Kesehatan Barabai

Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com