Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Pemerintah Ungkap Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

- Apahabar.com Kamis, 11 Juni 2020 - 16:46 WIB

Pemerintah Ungkap Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Jakarta. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami pelonjakan. Lantas apa penyebabnya?

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 pun coba menjelaskannya.

Mereka mengungkapkan kenaikan signifikan kasus positif virus corona baru dalam beberapa hari terakhir lantaran peningkatan kapasitas uji spesimen dari hasil pelacakan kontak dekat pasien.

GTPP Covid-19 berpendapat kenaikan pesat kasus positif itu tidak bisa langsung dikaitkan dengan potensi terjadinya gelombang kedua.

“Perhitungan yang kami observasi hingga hari ini, kami percayai sebagai hasil dari peningkatan kapasitas Indonesia untuk melakukan tes. Pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan utama meningkatkan pelacakan, dan juga disebabkan penemuan kasus aktif,” kata Ketua Tim Pakar GTPP Covid-19, Wiku Adisasmito, Kamis (11/6).

“Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya sekadar mengaitkan pertambahan dengan gelombang kedua penularan virus,” lanjut Wiku.

Sebaliknya, Wiku menyebutkan pemerintah telah berhasil mencapai target pertama peningkatan kapasitas uji spesimen sebanyak 10 ribu sampel per hari.

Bahkan, lanjut dia, Indonesia pernah mengetes 14 ribu sampel spesimen per hari untuk diagnosa Covid-19.

Lantas, pemerintah kini sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas uji spesimen menjadi 20 ribu per hari.

“Saat ini lebih banyak laboratorium dan universitas yang mampu melakukan tes,” ungkapnya.

Wiku mengatakan akan lebih akurat untuk melihat perkembangan kasus Covid-19 berdasarkan data masing-masing daerah.

Terdapat daerah yang sudah sangat membaik dan masuk dalam kategori zona kuning, zona hijau, namun memang masih terdapat yang tercatat sebagai zona merah.

“Untuk menangani wabah, juga tergantung dengan respon dan manajemen daerah setempat, agar mampu memenuhi kebutuhan dasar di lapangan,” ujarnya.

Dalam dua hari terakhir, Selasa (9/6) dan Rabu (10/6), Indonesia berturut-turut mencatat rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19 dalam waktu 24 jam.

Berdasarkan data Gugus Tugas, pada Selasa, terdapat 1.043 kasus baru COVID-19.

Jumlah kasus baru ini merupakan yang pertama kalinya menembus angka lebih dari 1.000 kasus dalam sehari.

Kemudian, pada Rabu tercatat penambahan 1.241 kasus baru Covid-19 dalam waktu satu hari saja.

Dua kali penambahan mencapai 1.000 kasus positif ini merupakan yang tertinggi, terhitung sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Uang Kemerdekaan Rp75.000 Bisa Ditukar Awal Oktober
apahabar.com

Nasional

8 Ciri akan Terjadi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Seekor Badak Sumatera di Kalimantan Selamat dari Jebakan
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 111.455, Sembuh 68.975
apahabar.com

Nasional

TNI Butuh Rp118 Triliun dalam Pemindahan Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Bupati Daerah Miskin Beli Mobdin Rp1,9 Miliar
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Wafat, PBNU Berbelasungkawa
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Bersyukur Indonesia Naik Status
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com