ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2020 - 12:41 WIB

Pemkab Batola ‘Talak’ BPJS, Jaminan Kesehatan 33 Ribu Warga Miskin Terancam!

Reporter: Muhammad Robby - apahabar.com

Salah satu pojok layanan BPJS yang ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Barito Kuala. Foto-Istimewa

Salah satu pojok layanan BPJS yang ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Barito Kuala. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Geram balita bocor jantung tidak dilayani, Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani memutus kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Keputusan tersebut sungguh menggemparkan khalayak. Mengingat ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Indonesia.

Lantas bagaimana dampak dari pemutusan kerja sama itu terhadap pelayanan kesehatan masyarakat kurang mampu di Batola?

Kepala BPJS Kesehatan Banjarmasin, Tutus Novita Dewi mengatakan terdapat 33 ribu penduduk kurang mampu yang telah didaftarkan Pemkab Batola berpotensi tidak bisa menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca juga :  Cegah Covid-19 dan Setop Karhutla Gencar Disosialisasikan Polsek Tanta

“Terdapat 33 ribu penduduk yang didaftarkan pemda berpotensi tidak bisa menggunakan jaminan JKN,” ucap Tutus Novita Dewi kepada apahabar.com, Sabtu (13/6).

Bahkan di antaranya terdapat masyarakat yang mengalami penyakit kronis seperti kanker, jantung, dan hemodialisis atau cuci darah.

“Terlebih untuk pasien hemodialisis melakukan cuci darah per dua kali dalam sepekan. Otomatis memerlukan anggaran yang cukup besar,” jelas Tutus.

BPJS Kesehatan, kata Tutus, akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Batola agar bisa melaksanakan Universal Health Coverage (UHC) atau sebanyak 95 persen penduduk sudah terdaftar dan memiliki jaminan kesehatan.

Baca juga :  Rencana Pemasangan Wifi untuk PJJ di Banjarmasin Diapresiasi Dewan Kota

“Sehingga apabila ada penduduk yang didaftarkan, maka bisa langsung aktif. Kami masih berkoordinasi terus dengan pemda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Batola, Hj Noormiliyani berkomitmen akan menanggung jaminan kesehatan 33 ribu masyarakat kurang mampu di Batola.

Bahkan mantan Ketua DPRD Kalsel itu memiliki skema khusus dalam pelaksanaannya.

Salah satu melakukan uji coba selama tiga bulan ke depan. Terhitung dari Juli, Agustus hingga September 2020. Setelah terealisasi, lalu dilaksanakan proses evaluasi.

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Nenek 84 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Martapura
apahabar.com

Kalsel

Rekap Hasil Tes SKD CPNS Pemprov Kalsel Beredar Luas, Ini Kata Kepala BKD
apahabar.com

Kalsel

Reses Ahmadi Noor Supit, Mencari Solusi Mensejahterakan Masyarakat HSS
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lagi, 3 Wilayah Berpetir
apahabar.com

Kalsel

Repnas Dukung Penuh Mardani H Maming sebagai Calon Ketum HIPMI
apahabar.com

Kalsel

Merasa Ditipu, Puluhan Jemaah Haji Banjarmasin Ngluruk ke Travellindo
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kelayan B Diamuk Si Jago Merah
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Apresiasi Sinergitas Masyarakat Bangun Kampung Tangguh Banua di Angsana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com