Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Nasional

Minggu, 28 Juni 2020 - 21:13 WIB

Penanganan Covid-19, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan dari Kabinet

Uploader - Apahabar.com

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Candra Setya

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Candra Setya

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kinerja menteri-menteri di kabinetnya. Jokowi menilai para menterinya tak bisa bekerja cepat dalam penanganan Covid-19.

Ia menganggap, kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju tersebut tidak menunjukkan progres signifikan. Bidang yang disoroti Jokowi tak hanya soal kesehatan terkait penanganan Covid-19, tetapi juga ekonomi dan sosial.

“Saya harus ngomong apa adanya nggak ada progres yang signifikan. Enggak ada,” kata Jokowi dalam video sambutan Sidang Kabinet Paripurna yang diunggah Sekretariat Presiden dikutip dari laman Republika.co.id, Minggu (28/6).

Nihilnya progres signifikan dari kinerja para menteri ini terlihat dari lambatnya belanja anggaran penanganan Covid-19. Jokowi pun memberi contoh, anggaran penanganan Covid-19 sektor kesehatan sudah disiapkan Rp 75 triliun.

Baca juga :  Tak Cuma Miras, TNI Sita Sejumlah Pucuk Senpi dari Malaysia

Dari angka tersebut, baru 1,53 persen yang sudah diserap. “Saya lihat belanja masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Saya beri contoh, bidang kesehatan itu dianggarkan Rp 75 triliun. Rp 75 triliun baru keluar 1,53 persen coba,” ujar Kepala Negara.

Di bidang sosial, Jokowi juga menyoroti penyaluran bantuan sosial sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Meski penyalurannya ‘lumayan’, ia mengatakan, bansos sebagai program pemerintah ini belum menyentuh 100 persen masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga :  Jokowi Sampaikan 4 Pesan Penting di Forum Rektor Indonesia

“Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary. Harusnya 100 persen,” ungkap Jokowi.

Kemudian di bidang ekonomi, Jokowi meminta agar seluruh stimulus yang sudah disiapkan segara direalisasikan. Khususnya, stimulus yang menyasar pelaku UMKM.

Ia meminta agar menteri-menteri yang terganjal payung hukum dalam menjalankan kebijakan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 bisa segera mengajukan pembuatan landasan hukum baru.

“Jangan sudah PHK gedhe-gedhean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extraordinary,” katanya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pakar Antropologi Khawatirkan Pergeseran Peran Kelompok Etnis di Kaltim
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 2.092 Positif, 150 Sembuh, 191 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Dukung Pelaksanaan Musda Online di Bali
apahabar.com

Nasional

RSUD Terbakar, Enam Bayi Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia:Positif Jadi 30.514, Sembuh 9.907
apahabar.com

Nasional

Positif Corona di Indonesia Bertambah 7 Orang, Total Jadi 31 Kasus
apahabar.com

Nasional

Menteri Kesehatan Ingatkan Para Santri Jaga Kesehatan
apahabar.com

Nasional

MK Tolak Dalil Perolehan Suara Versi Prabowo-Sandiaga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com