7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Penanganan Covid-19, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan dari Kabinet

- Apahabar.com Minggu, 28 Juni 2020 - 21:13 WIB

Penanganan Covid-19, Jokowi: Tak Ada Progres Signifikan dari Kabinet

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Candra Setya

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kinerja menteri-menteri di kabinetnya. Jokowi menilai para menterinya tak bisa bekerja cepat dalam penanganan Covid-19.

Ia menganggap, kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju tersebut tidak menunjukkan progres signifikan. Bidang yang disoroti Jokowi tak hanya soal kesehatan terkait penanganan Covid-19, tetapi juga ekonomi dan sosial.

“Saya harus ngomong apa adanya nggak ada progres yang signifikan. Enggak ada,” kata Jokowi dalam video sambutan Sidang Kabinet Paripurna yang diunggah Sekretariat Presiden dikutip dari laman Republika.co.id, Minggu (28/6).

Nihilnya progres signifikan dari kinerja para menteri ini terlihat dari lambatnya belanja anggaran penanganan Covid-19. Jokowi pun memberi contoh, anggaran penanganan Covid-19 sektor kesehatan sudah disiapkan Rp 75 triliun.

Dari angka tersebut, baru 1,53 persen yang sudah diserap. “Saya lihat belanja masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Saya beri contoh, bidang kesehatan itu dianggarkan Rp 75 triliun. Rp 75 triliun baru keluar 1,53 persen coba,” ujar Kepala Negara.

Di bidang sosial, Jokowi juga menyoroti penyaluran bantuan sosial sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Meski penyalurannya ‘lumayan’, ia mengatakan, bansos sebagai program pemerintah ini belum menyentuh 100 persen masyarakat yang membutuhkan.

“Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary. Harusnya 100 persen,” ungkap Jokowi.

Kemudian di bidang ekonomi, Jokowi meminta agar seluruh stimulus yang sudah disiapkan segara direalisasikan. Khususnya, stimulus yang menyasar pelaku UMKM.

Ia meminta agar menteri-menteri yang terganjal payung hukum dalam menjalankan kebijakan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 bisa segera mengajukan pembuatan landasan hukum baru.

“Jangan sudah PHK gedhe-gedhean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extraordinary,” katanya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bandung Perpanjang PSBB hingga Akhir Mei 2020
apahabar.com

Nasional

Mirip ‘Senjata’ Pria, Markisa di Batola Bikin Heboh
Update Covid-19 di Indonesia: 5.136 Positif, 446 Sembuh

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 5.136 Positif, 446 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Pengamat Sarankan PLN Kembangkan Alternatif Sistem Jaringan
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,1 Magnitudo Berpusat di Jepara Dirasakan Warga Bali hingga Pangandaran
apahabar.com

Nasional

Salam Pembuka Semua Agama Bukan Wujud Toleransi, Berikut Alasan MUI Jatim  
apahabar.com

Nasional

Ridwan Kamil: PSBB Bodebek Dimulai Rabu Dini Hari
apahabar.com

Nasional

Hari Ini Polda Metro Jaya Panggil Anies Baswedan Terkait Kerumunan di Acara Habib Rizieq
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com